Seorang Warga Jerman Diculik di Nigeria
Metrotvnews.com, Kano: Sejumlah orang bersenjata, Kamis (26/1), menculik seorang warga negara Jerman yang bekerja di sebuah lokasi pembangunan di kota terbesar kedua Nigeria, Kano. Demkikan hal itu dikatakan seorang pejabat kepolisian.
"Kami menerima laporan hari ini bahwa seorang warga negara Jerman diculik di tempat kerjanya di (perusahaan konstruksi) Dantata Sawoe di jembatan layang di jalan Zaria Kano sore ini," kata kepala kepolisian Kano, Ibrahim Idris, kepada Reuters.
"Kami sedang menyelidikinya. Kami berusaha mencari tahu apa yang bisa kami lakukan untuk melacak mereka," katanya.
Kano, kota berpenduduk sekitar 10 juta orang, dilanda kekerasan militan selama beberapa pekan terakhir ini. Rangkaian pemboman dan penembakan melanda Kano setelah salat Jumat pekan lalu dan menewaskan 185 orang, dalam serangan-serangan yang diklaim oleh Boko Haram yang ditujukan pada markas polisi dan kantor-kantor polisi lain, sebuah bangunan kepolisian dan kantor imigrasi.
Penembakan juga terjadi di sejumlah daerah kota itu, yang sejauh ini luput dari kekerasan terburuk selama beberapa bulan ini yang dituduhkan pada kelompok muslim garis keras tersebut.
Satu sumber kepolisian Nigeria mengatakan kepada AFP, Kamis, sekitar 200 orang ditangkap setelah serangan itu. Sehari sebelumnya, Rabu, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, yang dituduh gagal mengendalikan kekerasan kelompok militan, mencopot kepala kepolisian dengan mengatakan, tokoh baru diperlukan untuk memimpin lembaga itu.
Jonathan mengangkat Mohammed D. Abubakar untuk menggantikan Hafiz Ringim, "sebagai langkah pertama ke arah reorganisasi luas dan reposisi pasukan kepolisian Nigeria untuk membuatnya lebih efektif dan mampu memenuhi tantangan keamanan internal yang muncul", kata kantor presiden dalam sebuah pernyataan.
Ringim dicopot bersama enam asistennya ketika negara itu diguncang gelombang serangan bom dan penembakan oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram di kota terbesar kedua Kano yang menewaskan sedikitnya 185 orang.
Serangan-serangan itu merupakan operasi paling mematikan oleh kelompok tersebut dan ditujukan terutama pada kantor polisi.
Kekerasan meningkat di Nigeria sejak serangan-serangan menewaskan puluhan orang selama perayaan Natal 2011 yang diklaim oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram.
Boko Haram mengklaim puluhan serangan di Nigeria, termasuk pemboman bunuh diri pada Agustus di markas PBB di Abuja yang menewaskan sedikitnya 24 orang.
Serangkaian serangan bom di kota Jos, Nigeria tengah, pada Malam Natal 2010 juga diklaim oleh Boko Haram. Boko Haram meluncurkan aksi kekerasan pada 2009 yang ditumpas secara brutal oleh militer yang menewaskan sekitar 800 orang dan menghancurkan masjid serta markas mereka di kota Maiduguri, Nigeria timurlaut.
Kelompok itu tidak aktif selama sekitar satu tahun dan kemudian muncul lagi pada 2010 dengan serangkaian pembunuhan.(Ant/RIZ)



