Kuba Gelar Latihan Militer November

Internasional / Jumat, 27 Januari 2012 10:30 WIB

Metrotvnews.com, Havana: Kuba pada November 2012 akan menggelar manuver militer terbesarnya selama tiga tahun terakhir. Aksi menunjukkan kekuatan ini akan bertepatan dengan pemilihan presiden di Amerika Serikat. Demikian laporan media pemerintah Kuba pada Kamis (26/1) waktu setempat.

Latihan-latihan akan menjadi yang pertama di bawah komando Jenderal Leopoldo Cintra Frias, yang ditunjuk sebagai menteri pertahanan Kuba pada 3 September. Ia menggantikan Jenderal Julio Casas Regueiro yang meninggal dunia.

Manuver-manuver, yang dinamakan "Operation Bastion", telah diselenggarakan beberapa kali selama bertahun-tahun oleh rezim Marxis itu. Aksi tersebut sering dilakukan dalam menanggapi peristiwa di Amerika Serikat.

Kuba melakukan latihan militer pertama Operasi Benteng Pertahanan pada November 1980 setelah Ronald Reagan terpilih sebagai presiden AS. Pertanda saat itu meningkatnya ketegangan antara Washington dan Havana, yang tidak memiliki ikatan diplomatik formal sejak 1961. Manuver militer juga dilakukan pada tahun 1983, 1986, 2004 dan 2009.

Pernyataan putaran terbaru manuver-manuver militer itu bertepatan dengan retorika kandidat presiden AS garis keras dari Partai Republik terhadap Kuba. Para pesaing presiden telah berkampanye di Florida pekan ini, rumah masyarakat anti-Castro di pengasingan dan di mana acara penting utama akan diselenggarakan pada 31 Januari.

Strategi pertahanan Kuba akan memobilisasi penduduk yang ketakutan terhadap serangan AS di masa depan. Mereka mengirim pasukan kecil untuk membela pulau Komunis itu terhadap Amerika yang besar dan canggih.

Latihan "Fuerzas Armadas Revolucionarias" (FAR) atau Angkatan Bersenjata Revolusioner itu terdiri atas tiga pasukan tentara yang meliputi pulau bagian barat, tengah dan timur dan mencakup sekitar 50.000 tentara.

Bagian lain dari militer Kuba mencakup ratusan ribu militer cadangan dan sekitar satu juta pria dan wanita yang menerima pelatihan sebagai pasukan darat.

Pulau ini memiliki populasi kurang dari 11 juta orang. Pihak militer Kuba mengklaim akan merancang kembali dan memodernisasi bagian persenjataan yang diterima dari pemasok utamanya, Uni Soviet, yang pecah pada 1991.

Setelah jatuhnya Uni Soviet, ketika Kuba kehilangan dukungan keuangan dan bantuan lain dari Moskwa, pasukan Kuba mengurangi jumlah tentaranya. Meskipun secara ekonomi kekurangan, namun sekitar 400.000 tentara Kuba berpartisipasi dalam berbagai konflik untuk mendukung pemerintah sosialis di Afrika dan titik panas asing lainnya pada akhir 1980-an.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *