Anggota Brimob Tewas Ditembak OPM
Metrotvnews.com, Puncak Jaya: Brigadir Polisi Satu Sukarno, anggota Brigade Mobil Kotaraja, tewas ditembak kelompok Organisasi Papua Merdeka, Sabtu (28/1). Sukarno meregang nyawa akibat luka tembak di bagian pipi kanan. Peluru menembus ke bagian kepala korban.
Penembakan terjadi di Kampung Wandigobak, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Saat itu, seperti biasa, Sukarno dan beberapa anggota lainnya tengah berpatroli. Mereka diberondong tembakan yang berasal dari dalam hutan.
Baku tembak tak lama: kurang dari lima menit. Sukarno diketahui sudah tergeletak ketika suara tembakan mereda. Jasad korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Mulia.
Usai diautopsi, jenazah Sukarno dibawa ke Bandara Sentani. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpaw mengatakan, besok, jenazah korban akan dibawa ke kampung halaman di Nabire.(Ricardo Hutahaean/ICH)




AQiLBd gprhzashlcgy
QwbmTP usjtlszxabtv
Hi Diego,Had a look at your link, pull out the bit about the Japanese and this statement rinmeds of something I just cannot my finger on (without washing it lots afterwards) The guy must be so disappointed Over 40 dissimilar parties sprang up. So terrified were we of being labeled a Japanese-sponsored Fascistic dictatorship that single individuals forming splinter organizations were tolerated as mouthpieces of democracy. Political parties grew like weeds with shallow roots and interests top-heavy with petty selfishness and vote-catching. Internal strife grew. We faced disaster, endless conflicts, hair-raising confusion. Indonesians previously pulling together now pulled apart. They were sectioned into religious and geographical boxes, just what I'd sweated all my life to get them out of. Of course, could there be anything more inept than the handling of Papua, a litany of self serving exploitation and abuse that would make any good colonial blush with pride.
Ini sudah keterlaluan harus di lakukan DOM,,
Semakin TNI tidak bergerak atau takut melanggar HAM maka TNI yang akan habis satu per satu