Warga Bima Tuntut SP3 Kasus Pembakaran Kantor Bupati
Metrotvnews.com, Bima: Bupati Bima, Nusa Tenggara Barat, Ferry Zulkarnain, telah mencabut SK 188 Tahun 2010 yang memberi izin eksplorasi emas kepada PT Sumber Mineral Nusantara, Sabtu (28/1) kemarin. Pencabutan itu sebagai respons bupati atas tuntutan warga Kecamatan Lambu dan Sape yang keberatan dengan penerbitan izin tambang tersebut.
Namun, hingga Ahad (29/1) siang, warga Kecamatan Lambu masih menutup semua akses jalan di sepanjang 12 desa yang ada. Warga merasa semua tuntutannya belum dipenuhi. Dua di antaranya tuntutan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penuntutan tersangka "Tragedi Sape" dan memutihkan semua daftar pencarian orang dalam kasus pembakaran kantor Bupati Bima.
Warga memalang semua badan jalan. Pengguna jalan terpaksa memilih jalan di pinggir parit. Padahal, jalur itu amat berbahaya. Pemblokiran terparah terjadi di Desa Sumi dan Rato. Di dua desa itu warga memblokade nyaris semua jalan yang menghubungkan ke gang-gang kecil dan jalur tikus lainnya. Aksi blokir itu dilakukan warga untuk menghindari masuknya orang-orang asing, terutama polisi. (Ikra' Hardiansyah/DOR)




si busyet ne benar jg, hukum harus jln terus, jgn sampai penegakan hukum tergantung pada berani atau tidak berani si polisi atau si jaksa saja, jgn sampai yg bakar kantor bupati bima melenggang bebas, mrk harus ditangkap sebagai bukti negara ini punya wibawa, ini terorisme sosial pak', seharusnya aparat penegak hukum lebih berani dari densus 88, iya nggak!
klo dipikir2 kasus di bima sdh ga terkendali,kantor bupati asalnya dr duit rakyat,trus yg buat sk bukan kantornya tapi sang bupati,kenapa sikantor yg ga berdosa apa2 kok dibakar bukan bupatinya aja?yg lbh lucu lg yg ngebakarnya minta dibebaskan,klo ini dibiarkan besok2 gd pemerintah yg dibakar,trus rmh penduduk,trus hutan,tapi semua minta dibebaskan dr hukum..apa ga gendeng negara indonesia? ini yg publik hrs belajar mana aspirasi mana kriminal,jgn sampe aspirasi juga ngelanggar HAM...tuh contoh aspirasi yg bermoral spt demo buruh di bakasi,tdk merusak hasilnya memuaskan buruh..coba aktifis2 HAM yg goblok2 jgn memperkeruh suasana,jgn ngajarin ma publik pembenaran kriminalitas..
diam itu lebih mulia.kyke gk slh jg tu pak polisnya mundur wong kalah jumlah dr pd maju akhire kyk dplabuhan sape mnding mundur aj kan gak dslahkan lagi .pak polisi nasibmu kshan bngt ya ,maju kena mundur kena.
Kalo sudah begini PASTI ada yang meprovokasi, haii Media.., tolong dong jangan membuat tanggapan atau diskusi yang justru membuat rakyat yg tak tau aturan berbesar kepala, akhirnya ini akan lebih mempersulit penyelesaian masalah yg ada di Bima,
Dikasi hati minta jantung..hukum semua yg terlibat pembakaran...manusia2 tak tau aturan...