Try Sutrisno: Jati Diri Bangsa Menurun
Metrotvnews.com, Jakarta: Perubahan Undang-Undang Dasar (UUD) suatu negara adalah suatu keniscayaan, namun mengandung masalah yang sangat mendasar yang harus mendapat perhatian. Melihat perkembangan saat ini, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno mengatakan, perubahan besar yang terjadi di Indonesia dapat berdampak luas bagi kawasan regional maupun global.
"Adalah tanggungjawab sejarah bagi para elite politik dimasa lalu dan saat ini akan akibat Perubahan UUD 1945 yang tidak dikaji secara baik," katanya, Senin (30/1) kemarin.
Ia menambahkan, sistem yang dianut saat ini dalam kehidupan berbangsa jauh berbeda dengan jati diri bangsa, yakni Pancasila. Try menambahkan beberapa perubahan UUD 1945 yang bertentangan dengan semangat dan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
"Walaupun pembukaan UUD 1945 tetap ada, akan tetapi dalam kenyataannya, isi pasal-pasal perubahan sudah bertentangan dengan jiwa dan semangat oembukaan," katanya.
Ia juga menuturkan, Indonesia hasil perubahan sudah bergeser dari bentuk Negara Kesatuan dan menuju negara federalisme. "Walaupun disebut mempertahankan sistem pemerintahan, akan tetapi hasil perubahan adalah sistem parlemen 'heavy'," ujarnya.
Akibat perubahan UUD 1945 yang paling dirasakan, ada pada perubahan pasal 33. "Akibat perubahan pasal itu sangat terasa bahwa perekonomian nasional cenderung dikuasai pihak asing dan hidup rakyat banyak semakin tertekan," ujarnya.
Untuk itu, Try, meminta agar UUD 1945 hasil amandemen dikaji ulang. "Perubahan UUD 1945 tidak bersifat menyempurnakan, namun cenderung mengganti, karena arah visinya sudah menyimpang dari cita-cita Kemerdekaan Indonesia dan Pancasila sebagai jatidiri bangsa. Untuk itu perubahan UUU 1945 perlu dikaji ulang sebelum menentukanlangkah lanjutan sebagai pelaksanaannya, " ujar Try Soetrisno. (MI/RIZ)




UUD45 d rubah bukan semakin baik negara ini namun semakin amburadul
Menurun dan amburadul karena selalu disibukan masalah korupsi