SKB Bongkar Muat tidak Dukung Koperasi
Metrotvnews.com, Jakarta: Surat Keputusan Bersama tentang Pembinaan dan Penataan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan (TKBM) dinilai tidak mendukung koperasi dan lebih mendukung pengusaha, kata seorang pengurus koperasi.
"Dulu bongkar muat dikerjakan koperasi TKBM, sekarang bisa menunjuk siapa saja termasuk yang bukan koperasi," kata Sekretaris Koperasi Samudra Sejahtera Dwi Hariwinarno, di sela sosialisasi SKB dua dirjen dan satu deputi tersebut di Jakarta, Selasa (31/1).
SKB itu ditandatangani Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Leon Muhamad, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muji Handaya serta Deputi Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Negara Koperasi dan UKM Untung Tribasuki pada 20 Desember 2011.
Dwi mengatakan selain itu saat ini di pelabuhan khusus boleh membentuk koperasi yang terpisah dari induknya. Terminal khusus juga boleh mendirikan perusahaan bongkar muat.Sehingga dikhawatirkan akan meningkatkan persaingan padahal jumlah pekerjaan tidak bertambah.
Untuk itu, Dwi meminta agar SKB baru ditunda pelaksanannya dan sebaiknya menggunakan SKB yang lama. Ia mengatakan aturan baru tersebut akan sangat mempengaruhi kondisi di Kalimantan dan Sumatra, yang banyak terdapat terminal atau pelabuhan khusus seperti untuk batu bara atau untuk minyak sawit mentah.
Koperasi Samudra Sejahtera sendiri beroperasi di Pelabuhan Samarinda dengan jumlah anggota 1.200 orang dan sekitar 400 orang bukan anggota yang tergantung kepada koperasi.
Sebelumnya diberitakan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Leon Muhamad mengatakan, SKB bertujuan guna meningkatkan produktivitas kerja dan kesejahteraan tenaga kerja bongkar muat.
"SKB ini wahana untuk melakukan perubahan dalam pembinaan dan penataan Koperasi TKBM, karena tenaga kerja bongkar muat merupakan salah satu faktor dalam meningkatkan produktivitas di pelabuhan."
Sedangkan Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Negara Koperasi dan UKM Untung Tribasuki mengharapkan koperasi Indonesia dapat memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional. Untuk itu, perlu dibangun koperasi- koperasi besar seperti yang ada di negara-negara maju, Jepang salah satunya.
Menurutnya koperasi TKBM melalui induknya untuk ke depan diharapkan bisa menjadi koperasi yang besar, sehingga penandatanganan SKB yang baru saja dilaksanakan dapat dijadikan sebagai satu upaya dalam mewujudkan harapan tersebut. (Ant/RIZ)



