AS Kurangi Operasi Militer di Afganistan pada 2013
Metrotvnews.com, Brussels: Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta mengatakan, Amerika Serikat akan mengurangi operasi-operasi militer di Afganistan sepanjang tahun 2013 mendatang. Namun, hal itu bukan berarti militer AS sama sekali tidak akan terlibat dalam operasi-operasi bersenjata.
"Ini tidak berarti kami tidak siap bertempur. Kami selalu siap tempur karena kami harus selalu siap mempertahankan diri kami sendiri," kata Panetta saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Brussels, Belgia
Lebih lanjut Panetta berharap peran militer AS di Afganistan nantinya akan didominasi pelatihan dan membantu militer Afganistan. Pernyataan ini merupakan yang pertama kali disampaikan seorang pejabat senior AS terkait jadwal transisi peran militer negeri itu di Afganistan.
Panetta menambahkan meski pada 2014 pasukan AS akan ditarik mundur, namun AS tetap akan mempertahankan kehadiannya di Afganistan. Sementara itu Pentagon mengungkapkan bukti-bukti serangan terhadap pasukan AS yang dilakukan anggota militer dan kepolisian Afganistan terus meningkat.
Serangan terhadap militer AS meningkat tajam selama dua tahun terakhir ini. Dari 42 serangan yang terjadi, 75 persen terjadi dalam dua tahun terakhir. Sebagian besar penyerang bekerja sendirian dan tidak mendapat perintah dari pimpinan pemberontak.
Namun dalam beberapa kasus para penyerang adalah kelompok pemberontak yang menyamar menjadi militer atau polisi Afghanistan. Anggota parlemen AS menilai kondisi ini disebabkan buruknya proses perekrutan anggota militer dan kepolisian Afganistan.
Saat ini terdapat 99 ribu prajurit AS di Afganistan di mana 22 ribu orang di antaranya dijadwalkan ditarik mundur sepanjang tahun 2012. Pada akhir 2012 jumlah tentara AS di Afghanistan akan menyusut higga tersisa 68 ribu personel saja. (BBC/DOR)



