BP Migas Minta Pertamina Tingkatkan Produksi

Ekonomi - / Kamis, 2 Februari 2012 17:50 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi meminta PT Pertamina (Persero) meningkatkan produksi minyak pada 2012. "Contohnya WMO (West Madura Offshore), dulu janjinya naik sampai 30.000 barel per hari, tapi sekarang hanya 11.000 barel per hari," kata Kepala BP Migas R Priyono saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (2/2).

Sampai 31 Januari 2012, produksi WMO hanya 11.175 barel per barel atau kurang 11.825 barel per hari dari target yang ditetapkan dalam APBN 2012 sebesar 23.000 barel per hari. Selain itu, menurut dia, produksi lapangan yang dikelola PT Pertamina EP ditargetkan dalam APBN sebesar 135.000 barel per hari, namun baru tercapai 123.879 barel per hari.

Lalu, lanjutnya, Lapangan Klamono, Papua, yang memiliki potensi besar, tapi hanya berproduksi 600 barel per hari. "Padahal, Klamono ini tergolong lapangan text book di mana lapangan lainnya di sekitarnya menghasilkan ribuan barel per hari. Pertamina harus lebih aktif melakukan eksplorasi," katanya.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Salis Aprilian mengatakan, rendahnya produksi minyak WMO dikarenakan permasalahan operatorship sehingga menunda pengeboran. "Kami baru bisa membor sumur pada September 2011, sehingga produksi kini masih rendah," katanya.

Namun, PHE akan mulai produksi empat sumur pada Februari 2012 untuk meningkatkan produksi WMO.

Sebelumnya, BP Migas melaporkan kepada Komisi VII DPR, produksi minyak mentah dan kondensat 36 kontraktor kontrak kerja sama sampai 31 Januari 2012 belum mencapai target yang ditetapkan APBN. Produksi 36 KKKS hanya mencapai 739.491 barel per hari, sementara target APBN sebesar 817.423 barel per hari atau masih kurang 77.932 barel per hari.

KKKS yang belum mencapai target APBN adalah Total E&P Indonesie dengan realisasi produksi 72.200 barel hari dari target 85.800 barel per hari atau kurang 13.600 barel per hari. Lalu, PT Pertamina Hulu Energi-WMO dari target 23.000 barel per hari, hanya terealisasi 11.175 barel per hari atau kurang 11.825 barel per hari. PT Pertamina EP hanya tercapai 123.879 barel per hari dari target 135.000 barel per hari atau kurang 11.121 barel per hari.

Selanjutnya, CNOOC SES Ltd dari target 38.000 barel per hari, tercapai 32.411 barel per hari atau kurang 5.589 barel per hari. Chevron Pacific Indonesia dari target 357.000 barel per hari, terealisasi 352.727 barel per hari atau kurang 4.473 barel per hari. KKKS lainnya yang belum mencapai target adalah JOB Pertamina-Medco Tomori Sulawesi Ltd, PT Sele Raya, PT Sumatera Persada Energi, Star Energy (Kakap) Ltd, dan ConocoPhillips (Grissik) Ltd.

Produksi minyak total sampai 31 Januari 2012 hanya mencapai 886.508 barel per hari yang terdiri dari minyak 769.190 barel per hari dan kondensat 117.318 barel per hari. BP Migas beralasan rendahnya produksi minyak dikarenakan faktor eksternal selain penurunan produksi secara alamiah.

Target produksi APBN 2012 memang 950.000 barel per hari. Namun BP Migas mempunyai target sendiri sebesar 930.000 barel per hari. Bahkan target KKKS hanya 891.000 barel per hari. BP Migas telah melayangkan teguran kepada seluruh KKKS yang tidak capai target.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *