Divestasi Bank Mutiara Ditargetkan Selesai November

Ekonomi - / Kamis, 2 Februari 2012 20:59 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan penjualan Bank Mutiara akan selesai pada November 2012. Hal tersebut dikatakan Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif LPS, ketika menggelar jumpa pers di kantornya, Kamis (2/2).

Menurutnya, langkah awal divestasi merupakan pengumuman proses penjualan di surat kabar, lalu registrasi calon invesor. Iklan mengenai divestasi tersebut telah dibuka di berbagai media dan pada Mei nanti akan dibuka pendaftaran investor yang tertarik.

"Juni kita harapkan sudah ada penawaran awal walaupun tidak mengikat. Proses uji tuntasnya kita mulai Juli, penawaran akhir September sampai Oktober. Kalau semua lancar, ada investor yang tepat, November sudah bisa kita lepas," katanya.

Seperti diketahui, upaya divestasi sebelumnya sudah dilakukan. Dari sembilan investor yang mendaftar, LPS sempat mengerucutkan menjadi tiga investor. Namun, ketiganya kemudian gagal mencapai kata sepakat sehingga bekas Bank Century tersebut tidak dilepas.

Dalam upaya menawarkan bank tersebut, Firdaus mengaku akan menggelar roadshow bersama PT DanaReksa Sekuritas ke Eropa, Timur Tengah, dan Asia Timur. Namun, roadshow ke luar negeri tersebut tidak akan memupuskan kesempatan investor dalam negeri untuk membeli bank tersebut.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *