Tiga Provinsi di Sumatra Rawan Bencana
Metrotvnews.com, Padang: Tiga provinsi di wilayah Sumatera bagian barat rawan terjadi bencana baik banjir, tanah longsor, maupun gempa. "Tiga provinsi yakni Sumbar, Sumut serta Riau," kata Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus, di Padang, Sumatra Barat, Kamis (2/2).
Menurutnya, prajurit TNI AD selain melaksanakan operasi perang juga mampu dalam menanggulangi bencana yang akan terjadi. "Pasukan ini siap bergerak dalam penanggulangan bencana jika dibutuhkan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi bencana,"katanya.
Dia menambahkan, guna mengantisipasi terjadinya rawan bencana, pihaknya telah menyiapkan peralatan di setiap wilayah Kodam Bukit Barisan. "Alat yang dimiliki tersebut ada sebagian langsung digunakan dalam penanggulangan bencana," katanya.
Lodewijk F. Paulus mencontohkan, di kesatuan infantri alat yang bisa digunakan dalam penanggulangan bencana berupa tenda, serta kendaraan. Sedangkan di kesatuan zeni hampir semua peralatan yang ada dapat digunakan.
Dia mengatakan, telah diinstruksikan kepada seluruh pasukan yang ada di jajaran Kodam Bukit Barisan agar siaga penuh menghadapi setiap bencana. "Kesiapan prajurit TNI AD dalam melakukan mitigasi bencana difokuskan pada tindakan evakuasi, pertolongan yang bersifat darurat, serta penanganan/pemulihan pascabencana," katanya.
Menurutnya, untuk mencapai daerah terkena bencana, prajurit TNI AD yang diturunkan belum bisa memastikan berapa hari tiba ke lokasi. "Namun yang pasti, jika terjadi bencana pasukan langsung bergerak menuju daerah bencana,"katanya.
Dia menambahkan, sekarang ini, TNI-AD telah memiliki sebanyak 12 unit helikopter MI-17 V5 produksi Rusia untuk memperkuat Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).
"Helikopter Mi-17 V5 ini merupakan helikopter angkut militer yang handal dan dapat mengangkut 36 (tiga puluh enam) personel atau mampu mengangkut beban sekitar 3 (tiga) ton, sehingga dapat digunakan untuk kegiatan operasi militer dan operasi bantuan kemanusiaan serta penanganan bencana alam,"jelasnya.(Ant/BEY)



