Mentan: Anggaran Cetak Sawah Rp1 Triliun

Ekonomi - / Jumat, 3 Februari 2012 22:55 WIB

Metrotvnews.com, Palembang: Menteri Pertanian Suswono menyatakan, anggaran untuk mencetak sawah baru pada 2012 yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar Rp1 triliun. Ia menyampaikan hal itu pada pertemuan koordinasi ketahanan pangan dalam rangka Gerakan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) di Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (3/2).

Menurut dia, pada 2012 akan dilakukan pencetakan sawah 100 ribu hektare. BUMN juga akan mencetak sawah seluas 100 ribu hektare. Kalau ini berhasil, katanya, berarti terdapat sawah baru 200 ribu ha untuk mengimbangi alih fungsi lahan pertanian.

Ia mengatakan, cetak sawah seluas 100 ribu ha itu tersebar di seluruh Indonesia. Biaya untuk mencetak sawah di Kementerian Pertanian satu ha sebesar Rp10 juta. Jadi kalau 100 ribu ha menjadi Rp1 triliun yang dialokasikan dalam APBN 2012.

"Anggaran sebesar Rp1 triliun itu dari APBN, tentu saja kami mengharapkan pemerintah daerah mengalokasinya juga," ujar dia.

Lebih lanjut ia menyatakan, ada empat strategi pokok yang sedang dijalankan yakni pertama peningkatan produktivitas usaha tani dengan menerapkan teknologi budidaya terutama untuk padi spesifik lokasi.

"Kami harapkan betul-betul bisa dioptimalkan sebab peningkatan produktivitas masih memungkinkan lebih dari itu. Produktivitas masih rata-rata lima ton atau 5,1 ton per hektare, saya yakin bisa ditingkatkan dan ini tentu saja menjadi prioritas," kata dia.

Kemudian strategi kedua, lanjutnya, perluasan areal dan pengelolaan lahan. Setiap tahun sekitar 100 ribu hektare sawah-sawah produktif beralih fungsi. Di Sumsel, ada gejala di tengah sawah ada tanaman sawit.

"Saya ingin mengingatkan jangan karena sawit lagi booming, lalu ramai-ramai ke sawit, sebab nanti kalau sawit terlalu banyak, harga akan jatuh, jadi harus dijaga," tutur dia.

Ia menjelaskan, kalau pangan pokok menjadi komoditas justru sangat diperebutkan. Sebab, pangan tidak hanya untuk kebutuhan manusia, tapi bisa juga kebutuhan energi dan kebutuhan pakan ternak.

"Karena itu sawah-sawah produktif, tolong jangan dialihfungsikan, tetapi terus dijaga dan saya minta segera bupati/wali kota mengeluarkan peraturan daerah sebagai implementasi undang-undang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Tolong segera diperdakan untuk melindungi lahan-lahan pertanian produktif, karena mencetak sawah produktif mahal," kata Suswono.

Ia menegaskan, mencetak sawah produktif tidak gampang. Karena itu ia berharap bupati tidak memberikan izin pembangunan perumahan yang menggunakan lahan pertanian produktif.

"Sekali lagi saya ingatkan itu, carilah lahan yang tidak produktif, di sana justru tumbuh perkotaan baru seperti dilakukan Gubernur Sumsel di areal stadion Jakabaring ini merupakan lahan tidak produktif yakni lahan rawa. Lahan-lahan sawah yang produktif, tolong sekali jangan begitu mudah dialihfungsikan," katanya.

Ia menuturkan, strategi ketiga adalah pengurangan konsumsi beras. Sekali lagi anak-anak sebaiknya tidak terlalu banyak makan beras atau nasi, tetapi perbanyak protein dengan makan daging biar cerdas.

Yang keempat adalah penyempurnaan manajemen. Untuk itu perlu mengaktifkan seluruh pemangku kepentingan, demikian Menteri Pertanian.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *