Nazaruddin: Angie Cuma Menikmati Rp1,5 Miliar
Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, mengatakan Angelina Sondakh alias Angie mendapat jatah uang proyek pembangunan Wisma Atlet di Palembang sebesar Rp1,5 miliar. Uang itu bagian dari Rp9 miliar yang digelontorkan ke DPR.
"Uangnya datang Rp9 miliar itu dari dia (Angelina) sama Wayan Koster, diserahkan ke Mirwan Amir, jelaskan ke Anas Rp2 miliar. Dia (Angelina) cuma menikmati Rp1,5 miliar. Sebesar Rp1,5 miliar ke pimpinan lain, ke ketua fraksi," kata Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (3/2) kemarin.
Menurut Nazaruddin, peranan Angie dalam proyek tersebut diketahui tim pencari fakta Partai Demokrat. Pasalnya, mantan Puteri Indonesia itu telah menjelaskan ihwal uang yang diterima beserta alirannya di hadapan tim pencari fakta (TPF) yang diketuai Ketua Komisi III DPR Benny Kabur Harman.
"Peran Angie, kejar TPF, itu diakuin semua. Benny K Harman, Edy Sitanggang, Max (Sopacua), Mahyudin, Mirwan, Jafar Hafsah, saya, Angie, ada Nasir, di situ diungkapin semua," kata Nazaruddin.
Nazaruddin didakwa menerima suap berupa cek senilai Rp4,6 miliar dari Mindo Rosalina Manulang dan Mohamad El Idris terkait proyek yang sama. Suami Neneng Sriwahyuni itu juga pernah diperiksa tim pencari fakta pada awal kasus ini mencuat.
KPK kemarin telah mengumumkan Angie, panggilan Angelina Sondakh, sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet. Ia diduga menerima pemberian atau janji terkait proyek senilai Rp191 miliar tersebut
Sejumlah saksi dalam persidangan Nazaruddin sebelumnya mengatakan, dana yang mengalir dari Permai Grup ke Angie dan I Wayan Koster sebesar Rp2 miliar dan Rp3 miliar. Angie dan Koster kini telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Meski begitu, Koster belum ditetapkan sebagai tersangka.(IKA)




Gila bener satu partai udah pada tau kemana duitnya...pake TPF lagi...ya Tuhan..partai apa ini...pantesan bangsa ini susah maju..DEMOKRATAI
Wong cuma kok 1.5 milyar itulah Fakta bahwa kejahatan oleh oleh pejabat negara smakin nyata...bahwa jaman Reformasi tidak membawa Arti bagi bangsa ,...ini Rekayasa oleh Penguasa negara terjadi dimana mana sampai sampai ada celotehan Rakyat ....jaman sekarang bila ingin jadi Pejabat juga harus bisa jadi PEN JA HAT
Cuma 1.5 milliar? pak saya kalau mau dapat uang segitu harus kerja selama puluhan tahun dulu kali, itu pun dengan syarat hidupnya harus super irit, tolong deh kalau ngomong pake otak sedikit..
Kasihan pak sby wei bambang soetoy byk bacot penjilat
cuma sandal jepit aja bisa kena 3 bulan....ini 1.5 M ..????