DPR Akan Panggil Lion Air Terkait Pilot Pakai Narkoba
Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi V DPR akan memanggil lagi Menteri Perhubungan dan manajemen PT Lion Air menyusul salah satu pilot dari maskapai penerbangan tersebut tertangkap sedang mengonsumsi narkotik dan obat-obatan berbahaya (narkoba) jenis sabu-sabu.
"Sebelumnya, DPR sudah memanggil Menteri Perhubungan dan manajemen PT Lion Air pada kasus yang sama dan saat ini ada kejadian lagi. Kenapa tidak jera," kata anggota Komisi V DPR Muhammad Arwani Thomafi, di Jakarta, Sabtu (4/2).
Menurut Arwani, tertangkapnya kembali seorang pilot PT Lion Air yang sedang mengonsumsi sabu-sabu menunjukkan ada yang tidak beres pada manajemen pembinaan kru di Lion Air. Persoalan pilot yang mengonsumsi narkoba ini, lanjutnya, jangan dilokalisasi hanya persoalan moral pilot, tapi maskapai penerbangan juga harus bertanggung jawab.
Komisi V DPR, kata dia, akan mendesak Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk memberi peringatan keras kepada PT Lion Air dan mencopot lisensi kepada pilot pengonsumsi narkoba, karena membahayakan nyawa masyarakat.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini meminta Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk melakukan audit sumberdaya manusia penerbangan pada seluruh maskapai penerbangan nasional secara periodik dan mempublikasikan hasilnya.
"Dari hasil audit sumberdaya manusia kru penerbangan itu akan menjadi referensi masyarakat, mana saja maskapai penerbangan yang paling layak," katanya.
Menurut dia, audit sumberdaya manusia itu termasuk pengecekan kesehatan dan tes urine kepada seluruh kru setiap menjelang penerbangan. "Adanya pilot yang mengonsumsi narkoba ini pada tahap mengkhawatirkan, karena mengabaikan jaminan keselamatan penumpang," katanya.
Arwani menambahkan, adanya pilot yang tertangkap mengonsumsi narkoba akan semakin menambah panjang risiko penumpang yang menggunakan jasa moda transportasi umum.
Ia juga mengingatkan, pada kasus pengemudi mobil Xenia yang menabrak 12 orang pejalan kaki di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, setelah mengonsumsi narkoba. Dari 12 orang yang menjadi korban, sembilan orang di antaranya meninggal dunia.
Sebelumnya, seorang pilot dari maskapai penerbangan PT Lion Air berinisial SS tertangkap sedang menggunakan sabu-sabu di sebuah hotel di Surabaya pada Sabtu dinihari. Pada saat ditangkap oleh petugas polisi, SS sedang bermain kartu bersama tiga pilot lainnya di kamar 2109 hotel tersebut sekitar pukul 03.30 WIB.
Dari hasil tes urine diketahui SS positif menggunakan sabu, sedangkan hasil tes urine terhadap tiga pilot lainnya adalah negatif. SS memiliki jadwal menerbangkan pesawat dari Surabaya ke Makassar pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Sebelumnya, polisi juga menangkap pilot PT Lion Air, Hanum Adhyaksa, di sebuah hotel di Makassar, Sulawesi Selatan pada 10 Januari 2012, karena menemukan mengantongi sabu-sabu seberat 0,9 gram.
Polisi juga telah menangkap pilot PT Lion Air, Muhammad Nasri yang sedang mengonsumsi sabu-sabu bersama dua orang temannya di sebuah apartemen di Tangerang, Banten, pada pertengahan 2011.(Ant/BEY)




ya panggil semua yg terkait
terus bentuk PANJA priksa secara bertele
tele biar terliat serius dan akhirnya
jadi duit lagi. mudah kan ?
simple bukan ? gurih sekali.