Kepala BNP2TKI: TKI Itu Agen Perubahan
Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyatakan TKI merupakan agen perubahan (agent of change) dan memberi kemuliaan pada bangsa, negara, dan masyarakat. "Pemerintah sangat berterima kasih kepada TKI," kata Jumhur dalam surat elektronik saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Yatim Piatu Buruh Migran Indonesia di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (4/2).
Yayasan Yatim Piatu Buruh Migran Indonesia dibangun di areal seluas 500 meter persegi dengan biaya Rp1,2 miliar dari sumbangan TKI Taiwan. Yayasan berlokasi di Dusun Jatimulya RT 16/04 Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, itu menampung 33 anak yatim piatu dari keluarga TKI.
Sebagai bentuk terima kasih, pemerintah terus memastikan perlindungan terhadap TKI yang bekerja di luar negeri sekaligus pada saat bersamaan memberikan dukungan terhadap program-program pemberdayaan TKI purna agar meningkat kesejahterannya. Jumhur mengakui pemerintah belum berhasil sepenuhnya mengatasi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Keberadaan TKI, menurutnya, telah memberikan dua kemuliaan kepada bangsa, negara dan masyarakat. Kemulian pertama, dengan bekerja ke luar negeri, mereka telah membantu program pemerintah yang belum mampu mengatasi pengangguran. Kemulian kedua, dengan kiriman uang (remitansi), mereka telah meningkat taraf hidup sebagian besar masyarakat.
Dengan dua kemuliaan itu, menurut Jumhur, para TKI telah berjasa luar biasa kepada bangsa, negara dan masyarakat. Apalagi mereka juga masih mau menyisihkan sebagian dari uang gajinya untuk membantu anak-anak yatim. Jumhur juga menyampaikan tekad pemerintah untuk mengevaluasi soal potongan gaji yang memberatkan TKI Taiwan.
Pemerintah sudah menghapuskan uang tabungan sebesar Rp10 juta dari setiap TKI yang diwajibkan oleh pelaksana penempatan TKI swasta (PPTKIS) sebelum TKI berangkat kerja ke luar negeri. Apalagi, tabungan itu sangat tidak bermanfaat untuk TKI dan lebih menguntungkan PPTKIS. Ditambah lagi banyak TKI yang tidak bisa mengambil lagi tabungan itu setelah mereka pulang dan habis kontraknya dari Taiwan.
"Tabungan ini memanjakan PPTKIS dan merugikan TKI," kata Jumhur menegaskan.(Ant/BEY)




Sesat! TKI ialah yang mutu SDM di bawah sungguh S1 Ekonomi sehingga kalah bersaing bekerja di dalam negeri baik pekerjaan di bawah S1 Ekonomi maupun pekerjaan minimal S1 Ekonomi, sehingga dipukul mundur keluar negeri. Kalaupun ada yang mutu SDM minimal sungguh S1 Ekonomi tapi kecut melawan kejahatan, ketidakadilan, dan ketidakinsyafan di dalam negeri sehingga lari pontang-panting mundur keluar negeri. He he.