Ada 68 Kasus Malaria di Kulon Progo

Nasional / Sabtu, 4 Februari 2012 22:53 WIB

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama Januari 2012 belum bebas dari serangan malaria. Tercatat 68 kasus penyakit ini terjadi di Kecamatan Kokap, Pengasih, dan Girimulyo. Dari jumlah kasus penderta malaria itu yang terbanyak di Kecamatan Kokap meliputi Desa Hargotirto 58 kasus, Kalirejo empat kasus, Hargowilis dua kasus, dan di Desa Hargorejo satu kasus. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Lestaryono di Wates, Sabtu (4/2).

Disebutkan pula, di Desa Sidomulyo dan Karangsari, keduanya masuk wilayah Kecamatan Pengasih, masing-masing satu kasus dan juga satu kasus di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo. Menurut dia, dari sejumlah kasus penderita malaria yang ada selama Januari 2012, terbanyak muncul pada awal bulan atau minggu pertama yang mencapai 37 kasus, minggu kedua 26 kasus, minggu ketiga tiga kasus, dan minggu keempat ada dua kasus.

"Dengan upaya penyemprotan dan pengobatan serta pengadaan kelambu diharapkan pada bulan Februari 2012 bisa ditekan seminimal mungkin jumlah penderita malaria di daerah ini," katanya.

Lestaryono menambahkan kasus malaria di Kulon Progo sejak 1998 relatif cukup tinggi. Bahkan pada 2001 mencapai 37.000 kasus, kemudian berangsur-angsur turun pada tahun 2003 menjadi 30.000 kasus, 2004 di bawah 1.000 kasus, 2006 ada 100 kasus, 2007 terdapat 94 kasus, 2008 tercatat 83 kasus, 2009 naik sedikit menjadi 93 kasus, dan 2010 sebanyak 32 kasus.

Menurut dia, upaya mengatasi malaria di Kulon Progo, harus melihat kondisi geografis karena ada hubungan dengan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sehingga harus dilakukan koordinasi dengan Dinkes setempat. Selain itu, perlu dilakukan tes darah kepada para pendatang dari luar Pulau Jawa.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo berharap supaya terus-menerus dilakukan penelitian dengan melibatkan para pakar, khususnya wilayah endemis malaria di Kecamatan Kokap, terutama di Desa Hargotirto yang kondisi geografis di wilayah itu cukup sejuk dan pohonnya rimbun.

"Padahal, juga banyak di wilayah lain geografisnya hampir sama, namun tidak sampai terjadi endemis malaria. Jadi, siapa tahu penyebabnya hanya masalah sepele, misalnya, kalau dicabut tanaman A, maka nyamuknya akan hilang, atau mungkin perlu ditanami pohon apa," kata Hasto.

Menurut Hasto, tanpa menemukan penyebabnya, upaya yang dilakukan hanya mengulangi tahun-tahun sebelumnya sehingga akan muncul lagi kasus malaria pada tahun mendatang. Padahal, program pemerintah pusat telah mencanangkan pada tahun 2015 di Jawa dan Bali bebas malaria.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *