Peringatan Maulid Nabi Dinilai Bukan Bidah
Metrotvnews.com, Cirebon: Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar mengingatkan umat Islam waspada dengan upaya sekelompok orang yang ingin memecah kerukunan di Tanah Air. Mereka acap mendengungkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bidah.
Menurut Nasaruddin, peringatan Maulid Nabi bukan hura-hura. Tapi itu dilakukan atas dasar kecintaan dan kerinduan umat Islam terhadap nabi akhir zaman. "Maulid Nabi Muhammad disebut bidah, harus dilarang. Hati-hati, ada yang mau pecah belah umat Islam," kata Nasaruddin pada tausiahnya di Masjid Raya At Taqwa Cirebon, Ahad (5/2) malam.
Dia menjelaskan, ratusan tahun umat Islam di Indonesia memperingati Maulid Nabi, tiba-tiba belakangan ada sekelompok orang mengatakan bahwa itu adalah bidah. Padahal, tambah dia, peringatan Maulid Nabi adalah sarana bagus sekaligus sebagai upaya menempa jiwa umat Islam. Terlebih yang diperingati bukan orang sembarangan, yaitu Nabi Muhammad SAW. Dia adalah imam atau pemimpin para rasul. Sebab, tatkala Muhammad melakukan isra mi`raj, sebagai imam dalam salat adalah Muhammad SAW.
"Bukan Nabi Adam atau lainnya," kata Nasaruddin.
Rasulullah Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan keteladannya di permukaan bumi ini. Ia tak gampang menyalahkan orang lain dan tak mudah marah. Jika ada yang minta nasihat, selalu disampaikan pesan jangan marah.
Dewasa ini, lanjut dia, ada fenomena bahwa warga atau anggota masyarakat cepat tersulut marah. Bisa dilihat, kantor bupati dan pos polisi dibakar. Sesungguhnya orang yang cepat menyalahkan orang lain dan cepat marah dia harus belajar bersabar. Jika sudah tak menyalahkan siapa-siapa dan tak marah, yang bersangkutan berarti sudah arif.
Jika sudah arif, menurut Wamenag, itu menunjukkan yang bersangkutan ingin menubah ke adan lebih baik. Tetapi, tentu sesuai dengan tuntunan Rasulullah, yang bersangkutan tak banyak bicara. Kalau bicara ucapannya benar, tak bohong.
Ia mengakui dewasa ini banyak orang ingin menikmati pujian. Ingin banyak dipuji karena ada motif yang hendak digapai. Padahal, pujian bisa merusak amaliah seseorang. Dengan begitu, maka jelas yang bersangkutan akan semakin jauh dari ikhlas.
"Sekarang ikhlas menjadi sesuatu yang mahal," ia menjelaskan.
Sebab, jika ingin menjadi ikhlas tentu kehilangan populer, tidak dikenal banyak orang. Padahal Allah tak dekat dengan orang terkenal, apalagi paling pupuler. Tetapi Allah dekat dengan orang yang beramal saleh dan ikhlas dalam menjalani perintah-Nya. Karena itu, Nasaruddin Umar mengingatkan umat Muslim agar memperbanyak baca salawat Nabi Muhammad SAW agar memperoleh safaat dan memetik keteladanan Rasulullah.(Ant/ICH)




maulid nabi menurut sy adalah masalah budaya, bkan mslh ibadah jd tdk bid'ah. tp yg ska merayakan maulid Nabi jg jangan menyeret mslh ini mjd spt masalah ibadah. sy kira dg mendudukan stu prmasalahan pd porsinya tdk akan mngundang prpecahan. Maulid Nabi, Tahlilan, Istighosah, dzikir brsama memang tdk ada contohnya ttpi klo smua itu diposisikan sbg sbuah hasil karya (budaya) mengapa tidak ?, yg salah oleh kedua kelmpok yg bersetru dimasukan ke dlm 'ibadah. kalo ini yg tjd kedua klmpk yg brsetru akan menjustifikasi dg membuat rujukan yg spekulatif.
Aslkm.., trnyata telah datang zaman nya orang2 yg mnganggap suatu ibadah yg dipndang bnyk yg mlakukan ,itu adalah suatu ibadah yg baik. sebenarnya orang2 yg merayakn maulid brsikap ghuluw, kbnykan para ulama tdk menyukai ,hanya orang jahil dan zindiq yg mlakuknya. Silahkn pelajari sejarah perayaan maulid ini. Siapa yg prtama kali mryakan.?
Sebaiknya sambutan publik figur jangan memperuncing perbedaan paham itu. Masalah itu sudah lama berlangsung tak perlu diungkit lagi. Justru diungkap oleh Figur Publik maka jadi terkoyak lagi luka lama. Yang kecil jangan dibesarkan pak. biar antara yang pro dan kontra secara alami saling memberi jawaban. Kalau begitu caranya Bapak bepihak??????????????????????
Klo perayaan maulid nabi bukan bidah,dalam sejarah islam perayaan tersebut blm pernah dicontohkan atau dilaksanakan oleh nabi SAW maupun para sahabat.Klo perayaan itu baik dan bermanfaat pasti nabi SAW dan para sahabat mesti mejalakannya krn beliau yg lebih mengerti tentang islam.
Adakah perbuatanmu juga dikerjakan rosulullah para sahabat nabi dan khulafaarasyidin? Apakah yang akan mendapat syafaat nanti adalah mereka yang baca sholawat keras2 dan membuat kebisingan di masjid? Bukankah syafaat akan diberikan kepada orang yang mengucapkan laailaha illallah ikhlas dari hati dan jiwanya ? Coba tunjukkan dalil bhw syafaat akan diberikan kpd orang yang memperingati maulud dan baca solawat keras2 wahai safrudin umar !
Kamu cuma ngekor !