KBRI Dirikan Pusat Studi Indonesia di Universitas Suez Canal
Metrotvnews.com, Jakarta: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, meresmikan pendirian Pusat Studi Indonesia (PSI) di Universitas Suez Canal, Ismailia, Mesir, Ahad (5/2) waktu setempat. Peresmian dilakukan Duta Besar RI Nurfaizi Suwandi.
Dalam sambutannya, Nurfaizi mengatakan PSI merupakan bentuk kesungguhan Indonesia untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama antara kedua negara. Nurfaizi berharap hubungan kedua bangsa akan tumbuh-kembang dikalangan para calon pemimpin bangsa.
"Mesir, sebagai negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia, merupakan sahabat yang patut selalu mendapat perhatian, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang ini," kata Nurfaizi.
Menurut Nurfaizi, PSI akan membekali mahasiswa-mahasiswi Universitas Suez Canal tentang wawasan Ideologi Politik Ekonomi Sosial Budaya Pertahanan dan Keamanan (Ipoleksosbudhankam) Indonesia sebagai langkah awal rencana kerja sama bidang akademik lebih luas.
Rencana akademik itu, di antaranya program short course, beasiswa S2 dan S3, program double degree, pelatihan bahasa Arab untuk dosen Indonesia, penelitian bersama, tukar-menukar, dan program dharma siswa.
Selain itu, kata Nurfaizi, kerjasama nyata ini merupakan langkah penting dalam memelihara kedekatan dan meningkatkan pertukaran potensi Indonesia-Mesir yang bersifat komplementer atau dapat saling menguntungkan bagi kedua bangsa.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Suez Canal, Mohammed Ahmed Mohammedein, mengungkapkan pengetahuannya tentang keberhasilan Indonesia menjalani masa sulit reformasi atas keinginan rakyat. Ia mengatakan, rakyat Mesir juga menghendaki pembaruan bagi negaranya melalui gerakan revolusi, dan kini dalam masa transisi menuju negara yang demokratis, sebagaimana telah dilampaui Indonesia.
Karena itu, kata Ahmed, PSI memiliki arti penting bagi kampus Universitas Suez Canal, di mana pengalaman Indonesia dalam pembaruan sangat berharga bagi Mesir sebagai lesson learned. "Pendirian PSI juga menunjukkan kerjasama nyata bahwa Indonesia memberikan perhatian khusus dan sahabat setia Mesir," tutup Ahmed.
Sementara Atase Pendidikan KBRI Cairo, Profesor Sangidu, mengatakan, PSI dimulai minggu depan dengan beberapa program pelajaran, yaitu kursus Bahasa Indonesia dan pengenalan budaya nusantara, serta akan dilengkapi dengan perpustakaan literatur buku-buku tentang Indonesia.
Peresmian PSI dihadiri pula oleh Wakil Kepala Perwakilan di Mesir, beserta jajaran pejabat dan staf KBRI Cairo, Dekan Fakultas Sastra dan Humaniora, Direktur Lembaga Bahasa dan Terjemah, para dosen Universitas Suez Canal, dan para siswa yang selama ini aktif mempelajari bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Cairo bekerja sama dengan universitas tersebut.(IKA)



