Presiden Minta Insentif Petani Ditingkatkan
Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan salah satu upaya untuk mendukung keamanan pangan, yakni dengan tetap menumbuhkan minat tanam kepada para petani agar tidak beralih pekerjaan. Presiden juga menegaskan perlu ada perhatian untuk meningkatkan insentif bagi para petani.
"Kalau insetif petani kecil, hampir pasti mereka tidak mau menanam, kalau mereka tidak mau menanam, ini sangat menganggu food security. Dengan adanya insentif yang baik, maka petani mau menanam bahan pangan," ujar Presiden saat membuka Seminar dan Pameran Pangan Nasional di Balai Sidang, Jakarta, Selasa (7/2).
Menurut dia, untuk mencapai ketahanan pangan, semua pihak harus berusaha maksimal. Hal itu bisa dimulai di sektor pertanian. Bahkan, katanya, budaya sadar bahan pangan juga bisa dimulai dari keluarga dengan membiasakan diri menanam tanaman pangan di pekarangan rumah.
Yudhoyono menjelaskan, permintaan pangan dunia akan terus naik. Hal itu disebabkan jumlah manusia di bumi sudah menembus angka tujuh miliar. Selain itu, peningkatan daya beli masyarakat juga menjadi faktor yang mendongkrak permintaan pangan.
Untuk itu, sisi produksi pangan harus mendapatkan perhatian yang cukup. Selain itu, katanya, semua pihak juga harus meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi berbagai ancaman terhadap stok pangan, seperti banjir dan kendala impor.(MI/DSY)




Segera sahkan RUU Desa
Segera sahkan RUU Desa
sby2 masih saja mengedepankn uang, emang petani seperti kamu yg suka terima insentif. petani butuh program seperti bantuan benih, subsidi pupuk, pembangunan irigasi, dan yg paling penting pembelian gabah petani oleh pemerintah dgn harga yg memuaskn. maklumlh sby bukan dr keluarga petani seperti harto jd tdk tahu mau apa, tahuny cuma bagi2 duit.
Pupuk ja mahal sdgkn semua hasil tanam djual hrganya g sbnding dgn kepayahan tenaga petani mkny petani dmn"ttp ja miskin rekoso