Remaja dari Ibu Perokok Cenderung Gemuk

Lifestyle + / Kamis, 9 Februari 2012 05:20 WIB

ANAK yang lahir dari ibu yang merokok selama hamil lebih mungkin untuk menumpuk lemak pada perut saat remaja.  Hal itu merupakan hasil penelitian terbaru di Hospital for Sick Children, Toronto, Kanada, yang diterbitkan dalam jurnal Obesity.

Menurut salah satu peneliti, Dr Zdenka Pausova, terdapat hubungan efek rokok prenatal (selama kehamilan) dan akumulasi lemak dalam perut (intra-abdomen) selama pubertas akhir.

"Lemak intra-abdomen, yang terletak di sekitar organ dalam, dianggap sangat berbahaya dibandingkan dengan lemak yang tersimpan di tempat lain karena merupakan faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2," kata Pausova dilansir CBC News.

"Keterkaitan ini terlihat jelas pada remaja di akhir pubertas mereka, umumnya setelah usia 14 tahun. Remaja, orangtua dan dokter anak harus mengingat dan menyadari konsekuensi tersebut," pesannya.

Temuan tersebut menambah alasan wanita untuk mencoba berhenti merokok sebelum kehamilan. Karena akan sulit untuk berhenti merokok saat hamil jika tak dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Merokok selama kehamilan merupakan faktor risiko yang dikenal untuk masalah kesehatan yang berdampak negatif pada bayi. Misalnya bayi terlahir dengan berat badan rendah, masalah pernapasan, dan sindrom kematian bayi mendadak.

Studi tersebut mengamati 508 remaja berusia 12 sampai 18 tahun. Dari jumlah tersebut, 237 terkena asap rokok sebelum lahir, sisanya tidak terpapar.

Dalam studi tersebut, yang terpapar asap rokok saat dalam kandungan terlahir dengan berat badan lebih rendah 300 gram.  Tidak ada perbedaan berat badan yang signifikan antara kedua kelompok di masa remaja.

Namun remaja yang lahir dari ibu yang merokok, menunjukkan penumpukan lemak tubuh 26 persen hingga 33 persen lebih bayak  dibandingkan remaja yang terlahir dari ibu yang tidak merokok.

Peneliti menggunakan Magnetic Resonance Imaging untuk mengukur jenis lemak. MRI dianggap metode yang paling akurat untuk menilai lokasi lemak.

Para peneliti percaya bahwa ibu yang merokok memainkan peran penting dalam pemrograman janin obesitas. Mekanisme yang tepat tidak diketahui, tetapi nikotin dalam asap rokok tidak tinggal di janin dalam jumlah yang lebih besar dan lebih lama dibandingkan pada ibu.

Penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa paparan nikotin dalam kandungan dapat mempengaruhi bagian-bagian tertentu dari otak, termasuk yang mengontrol berapa banyak dan apa yang kita makan, dan seberapa baik kita membakar kalori.

Sementara bayi yang lahir dari ibu yang merokok juga cenderung hanya mendpat ASI untuk jangka waktu pendek.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa paparan rokok saat ibu mengandung mungkin merupakan faktor risiko utama untuk pengembangan obesitas perut pada pubertas akhir," kata penulis studi tersebut.

Untuk penelitian ini, seorang perawat mewawancarai para ibu tentang kebiasaan merokok mereka, dan informasi itu diperiksa dengan catatan dari pakar kebidanan dan kandungan. Seorang ahli gizi bersertifikat mewawancarai para remaja untuk melacak asupan energi dan gizi mereka sehari-hari, dan para remaja juga mengisi kuesioner tentang aktivitas fisik mereka.

Penelitian melibatkan para peneliti dari Montreal serta University of Nottingham, Inggris. Penelitian ini merupakan bagian dari studi berkelanjutan mengamati generasi muda Saguenay dalam jangka panjang yang terlahir dari ibu merokok. (go4/Wrt3)

Support by :


Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *