Ekspor Timah Januari 5.380 Ton
Metrotvnews.com, Jakarta: Realisasi ekspor timah batangan selama Januari 2012 sebanyak 5.380,43 ton. Jumlah tersebut dengan nilai 103,44 juta dolar AS, lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu.
Ekspor timah batangan pada Januari 2011 tercatat 7.334,65 ton dengan nilai 185,26 juta dolar AS. "Memang cuaca sangat tidak mendukung. Angin barat menyebabkan banyak kapal produksi timah tidak bisa beroperasi. Selain itu cadangan di darat juga sudah menipis," kata anggota Komite Timah Indonesia Rudy Irawan di Jakarta, Kamis (9/2).
Namun, menurut dia, volume ekspor pada Januari 2012 masih berada dalam kisaran normal. Bahkan, kata dia, akan lebih baik kalau rata-rata ekspor timah batangan bisa diturunkan menjadi 4.500 ton sampai maksimal 5.000 ton saja setiap bulan.
"Kita jangan mengejar volume tapi mengejar nilai tambah dan tingkat keuntungan," katanya.
Awal tahun ini, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi juga mengatakan pemerintah mempertimbangkan untuk menahan peningkatan ekspor timah batangan guna mengendalikan eksploitasi barang tambang dan dampaknya terhadap lingkungan.
Menurut dia, pemerintah akan memperbaiki kebijakan terkait perdagangan komoditas tambang yang utamanya digunakan sebagai bahan baku logam pelapis dan solder tersebut.
Menurut data Kementerian Perdagangan, ekspor timah batangan selama Januari 2012 paling banyak ke Singapura (3.559,80 ton). Negara lain yang juga banyak membeli timah batangan dari Indonesia adalah Malaysia (921,20 ton) dan China (238,41 ton).
Di samping itu, ekspor timah batangan juga ditujukan ke Korea Selatan, Belanda, Taiwan, Jepang, India, Swiss, Turki, dan Thailand.(Ant/BEY)



