Akbar Faisal: Pembelian Bank Mutiara Upaya Bebaskan Tersandera
Metrotvnews.com, Jakarta: Keinginan Yawandwipa Companies membeli Bank Mutiara diduga kuat untuk menutupi kegaduhan dan sandera politik. Betapa tidak, DPR dan Badan Pemeriksa Keuangan telah bersepakat terjadi kerugian negara dalam proses bail out atau pengucuran dana talangan Rp6,7 triliun terhadap bank yang sebelumnya bernama Bank Century itu.
"Ini ada indikasi politik, karena ada pihak yang mau menutup Bank Century dengan cara, saya sudah membeli dengan nilai bail out kerugian negara, maka selesai kasusnya. Ini kan menyederhanakan persoalan," kata anggota Tim Pengawas Bank Century Akbar Faisal di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/2).
Politisi Partai Hanura itu mengaku bingung. Bagaimana mungkin ada pihak yang tertarik membeli bank yang bermasalah sedari awal. Ia mengatakan, pengelola baru bank tersebut pun sudah bingung menangani bank tersebut.
"Aneh, kayanya ada pihak yang berupaya membuka penjara banyak pihak, dengan biaya kecil yang berdampak ke mana-mana," terangnya.
Bahkan, menurutnya, langkah tersebut hanya untuk menyelesaikan masalah secara gampang. Tapi baginya, hal itu tak bisa karena harus ada yang bertanggung jawab.
Ketika ditanya ihwal rencana penunjukan Boediono sebagai ketua tim pengembalian aset century, Akbar terlihat geram. Ia menyebut itu melecehkan DPR. "Tak bisa kita biarkan itu terjadi. Bagaimana bisa orang yang kita duga bersalah ditunjuk jadi ketua, emang enggak ada yang lain. Presiden kan bisa nunjuk yang lain." tegasnya.(Wtr2)




Kalian tuh yg bodoh, mau aja kemakan omongan politikus2 yg hnya ingin membuta indonesia kacau, mikir logis aja lah, mana mungkin bank dunia mau memperkerjakan seseorang yg bermasalah sprti sri mulyani di lembaganya jika memang dia bersalah, sluruh dunia pun tau, jika bailout yg dilakukan pmerintah sudah tepat untk menghindari krisis 2008 lalu, nah klo skg dianggap merugikan negara, apa dan dimana yg ruginya? Yg salah itu pemilik century sebelumnya yg kabur entah kmana, mereka yg hrusnya bertanggung jawab yg mnyebabkan century collaps, pmreintah justru membantu agr century tdk sampai bangkrut, skg ppatk juga tdk menemukan aliran dana ke rek budiono ataupun sri mulyani kan?? Makanya sekali2 melek dunk,, otak jgn dipake di dengkul! Payahh
Waspadai tipu2 dlm transaksi ini. Akbar jgn bicara politis, agar tdk dicurigai antum punya tendensi politis,,,jgn ikut cara bicara fuad bawazier...
setuju tuh walaupun udah dibeli kasus hukumny harus tetap jalan. ditambah cuma dibeli dgn nilai harga kerugian negara,jd aset century hargany berapaan tuh. ini akan menambah masalah baru lg. pak bud2 jangan mengira rakyat ini bodoh lah, percuma kita disekolahin ama harto. klo anak skrg wajarlh belum melek krn anak2skrg dibuat agar sebodoh mungkin agar dpt ditipu siby.
bank plat merah dan bank swasta lokal yg bagus aja kaga mau beli .. ini ujug - ujug perusahaan asing mau beli ... itu bodoh ? tidak tahu ? atau ada maksud terselubung ?