Penduduk Yogyakarta Berkurang 17.525 Jiwa
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Penduduk Kota Yogyakarta dalam satu tahun terakhir menurun sebanyak 17.525 jiwa. Angka tersebut berdasarkan catatan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.
"Penurunan tersebut disebabkan beberapa hal, di antaranya adalah pemutakhiran data kependudukan, perpindahan, kelahiran dan kematian," kata Kepala Seksi Pengolahan Data dan Sistem Informasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, Deddy Feriza di Yogyakarta, Kamis (9/2).
Menurut dia, meskipun ada penurunan jumlah penduduk, namun hal tersebut tidak berarti bahwa di Kota Yogyakarta tidak ada pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk masih terjadi karena selama 2011 tercatat terdapat sebanyak 4.640 kelahiran. Ada sebanyak 10.591 orang yang masuk ke Kota Yogyakarta, dengan hanya 1.067 orang yang pindah keluar kota.
Mengenai kecenderungan penurunan jumlah penduduk tersebut, Deddy mengatakan, penurunan jumlah penduduk pun masih sangat mungkin terjadi pada akhir 2012. "Apalagi dengan adanya program nasional pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). E-KTP tersebut bisa mereduksi adanya data-data ganda penduduk," katanya.
Saat ini, jumlah wajib KTP di Kota Yogyakarta yang merekam data kependudukan, baru mencapai sekitar 76,54 persen. Diperkirakan hingga akhir April hanya ada sekitar 80 persen penduduk yang merekam KTP.
"Ada sekitar 20 persen atau 78.000 penduduk wajib KTP yang masih dipertanyakan akan melakukan perekaman atau tidak, kami tunggu saja. Jika tidak, maka jumlah penduduk Kota Yogyakarta diperkirakan hanya sekitar 370.000 jiwa," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tuty Setyowati mengatakan, rata-rata pertambahan penduduk akibat kelahiran per tahun adalah 300 jiwa. Pada 2010, jumlah kelahiran di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 4.577 bayi, dan naik menjadi 4.787 bayi pada tahun berikutnya. Sedang hingga Januari 2012, tercatat sebanyak 81 kali kelahiran.
"Program keluarga berencana masih perlu sosialisasi yang lebih optimal, karena masih ada anggapan yang salah dari masyarakat tentang program ini," katanya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, akseptor aktif KB di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 35.049 orang.(Ant/BEY)



