Peritel Jatim Waspadai Kenaikan Tarif Listrik
Metrotvnews.com, Surabaya: Sejumlah peritel di Jawa Timur mewaspadai pemberlakuan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) di Indonesia. Musababnya, kenaikan harga strum akan mempengaruhi besaran margin bisnis mereka.
"Untuk menyiasatinya, kami sedang mengalkulasi berapa margin harga jual ideal supaya tak merugikan peritel Jatim," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim Abraham Ibnu di Surabaya, Kamis (9/2) malam.
Walau belum bisa memastikan persentase revisi margin peritel di Jatim, toh Abraham yakin, angkanya tak terlampau tinggi. Apalagi, sekarang para pelaku ritel siap melakukan segala upaya untuk menjaga posisi margin harga jual.
"Kami juga gencar melobi para pemasok produk, baik pabrikan maupun Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)," terang Abraham.
Soal rata-rata keuntungan yang diambil peritel Jatim, Abraham mengatakan, sampai saat ini mayoritas berkisar antara lima hingga tujuh persen dari harga produk. "Di Jatim kini terdapat 120 perusahaan ritel," katanya.
Dari jumlah perusahaan itu, kata dia, total gerai ritel yang menyebar di 38 kabupaten/kota di Jatim mencapai sekitar 1.850 gerai. "Khusus di Surabaya, pertumbuhan gerai ritelnya juga mencatatkan angka positif," katanya.
Ia mengemukakan, pertumbuhan gerai ritel di Kota Pahlawan meningkat hingga 15 persen selama tahun 2011 dibandingkan pencapaian tahun 2010. "Padahal, selama tahun 2010 pertumbuhan gerai ritel di Surabaya hanya meningkat 12 persen dibandingkan tahun 2009," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, dari banyaknya ritel di Jatim maka dampak kenaikan TDL paling besar dialami pengusaha "department store". Apalagi, ke depan juga diterapkan penghapusan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Walau demikian, kami harap secara umum minat masyarakat untuk berbelanja di berbagai gerai ritel di Jatim tidak turun sehingga tetap memberikan kontribusi bagi perekonomian provinsi ini," katanya.(Ant/ICH)



