Guangzhou Pertimbangkan Batasi Lama Pidato Pejabat
Metrotvnews.com, Beijing: Para politisi yang suka berpidato panjang dan bertele-tele di kota metropolis bagian selatan China, Guangzhou, bisa jadi akan merasa terkekang. Pemerintah setempat berencana membatasi lama pidato mereka.
Wali Kota Guangzhou Wan Qingliang mengaku, sudah mengajukan proposal yang akan mewajibkan para pejabat membatasi panjang pidatonya, kurang dari satu jam. Waktu itu akan dipangkas lagi 30 menit kalau acara yang mereka kunjungi kurang penting.
"Saya sudah memberi contoh sendiri dengan menyelesaikan pidato saya pada 58 menit," kata Wan seperti dikutip oleh Guangzhou Daily.
Para pejabat China sering kali memberikan pidato yang berlangsung berjam-jam, yang disampaikan dalam secara monoton, dan penonton kadang-kadang tertangkap tertidur, bahkan dalam acara besar yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah, televisi CCTV.
Sebuah opini yang diterbitkan dalam surat kabar yang dikelola negara, Global Times, pada 2009, dengan judul "Mengapa pidato China begitu membosankan?" mengeluhkan miskinnya "kemampuan pidato publik" dan mengatakan itu menunjukkan kurangnya karisma di antara para pejabat.
Disebutkan penyebabnya adalah kurangnya pelatihan di sekolah, menambahkan bahwa "cara penyampaian pidato 'resmi' dengan duduk tegak dan kaku serta nada tinggi dan serius, telah menjadi teknik pidato nasional secara umum".
Usulan Wan dilaporkan telah memperoleh banyak dukungan. "Dalam banyak kasus, kita membahas isu-isu dalam keadaan bosan dan lelah karena adanya pidato panjang dan tidak ada banyak waktu yang tersisa untuk membuat keputusan," kata Tang Jinhua, kepala dinas pertanian kota, seperti dikutip oleh kantor berita resmi Xinhua.
Dia juga mengusulkan mengurangi jumlah dokumen yang tidak perlu digunakan dalam pertemuan. "Beberapa dokumen tidak diperlukan sama sekali dan kami hanya membuangnya setelah membaca judulnya," katanya.(Ant/ICH)



