Komisi III DPR Sidak di Pelabuhan Tanjung Priok

Polhukam / Jumat, 10 Februari 2012 14:32 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi III DPR melakukan inspeksi mendadak ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (10/2). Komisi Hukum melihat kontainer berisi logam limbah industri dari Inggris dan Belanda.

Ketua rombongan Komisi III DPR Aziz Syamsuddin mengatakan, kedatangan mereka sengaja untuk melihat kontainer berisi logam limbah itu. "Kami datang ke sini untuk mendengar keterangan resmi. Kami minta penjelasan Pak Dirjen proses masuknya limbah dari Belanda dan Inggris ke Tanjung Priok," kata Aziz.

Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono menjelaskan, barang impor itu masuk dengan dokumen resmi. Barang masuk Januari lalu. "Ada lima dokumen, jenis barang dijelaskan. Memang hal itu diizinkan, masalahnya barang-barang sudah tercampur limbah lain," kata Agung.

Agung menjelaskan saat penangkapan, ada perbedaan isi dokumen. "Waktu kami periksa, ada bahan aspal yang keluar. Ketika diperiksa lagi, ternyata ada logam yang berbau menyengat. Lalu kami hubungi Kementerian Lingkugan Hidup," kata Agung. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, masuknya limbah industri itu tak hanya melanggar UU Lingkungan Hidup, tapi juga UU sampah.

Koordinator Pengawas Penyidik Pegawai Negeri Sipil Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Polisi Bung Jono mengatakan, pihaknya tak tahu ada kiriman barang impor berisi limbah tersebut. "Kami tidak tahu sama sekali, adanya ini kami mengucapkan terima kasih. Ini justru akan membantu untuk memperlancarkan penyelidikan kasus," kata Bung Jono.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera yang ikut rombongan, Nasir Djamil, menanggapi berbeda. Anggota Komisi III itu tak ingin kasus pembongkaran barang impor tersebut terjadi lantaran tak adanya setoran ke pihak Ditjen Bea dan Cukai. "Sudah menjadi pembicaraan di tengah masyarakat, kalau terjadi seperti ini (pembongkaran karena kurang setoran). Mudah-mudahan pimpinan di sini tidak seperti itu," kata Nasir.(Wtr2)



Bookmark and Share

KOMENTAR [3]

  • udin, Sabtu, 11-Februari-2012

    duh bung nasir jadi malu saya. soalny saya tdk pernah bayar setoran rt nih. negara lucu ditempat saya rtny nyatroni rumah warga minta setoran padahal warga tdk pernah dilayani. masa keposyandu aja harus bawa akte nikah segala. tdk cukup pake kk. makany saya bilang negara ini negara rampok dari rt ny aja beginian apalagi yg diatas2 ono...no. reformasi2 buat org jd gila kekuasaan.

  • udin, Sabtu, 11-Februari-2012

    duh bung nasir jadi malu saya. soalny saya tdk pernah bayar setoran rt nih. negara lucu ditempat saya rtny nyatroni rumah warga minta setoran padahal warga tdk pernah dilayani. masa keposyandu aja harus bawa akte nikah segala. tdk cukup pake kk. makany saya bilang negara ini negara rampok dari rt ny aja beginian apalagi yg diatas2 ono...no. reformasi2 buat org jd gila kekuasaan.

  • Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Jumat, 10-Februari-2012

    "Kami layak dihukum, karena membiarkan selama ini limbah dari negara maju, dibuang ke ibu pertiwi untuk menjadi racun. Karena kami 'khilaf' melihat sogokan uang Poundsterling dan Euro, jadinya kami abai memeriksa dokumen resmi dan pura-pura tidak tahu. Ayo KPK tolong tangkap kami, kalo berani"

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *