Peneliti: Hukuman Pemiskinan Bisa Buat Jera Koruptor
Metrotvnews.com, Padang: Peneliti hukum pada Indonesian Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menyatakan, hukuman dalam bentuk pemiskinan kepada koruptor bisa memberi efek jera lebih kuat, ketimbang hukuman penjara dan kewajiban membayar denda.
Upaya pemiskinan koruptor bisa berpedoman kepada Undang-Undang Pencucian Uang serta pasal pembuktian terbalik yang terdapat dalam hukum acara pidana, kata Donal Fariz di Padang, Jumat (10/2) kemarin.
Menurut dia, selama ini pelaku korupsi hanya dikenakan hukuman penjara dan kewajiban membayar denda sesuai dengan jumlah kerugian negara. "Akibat ringannya hukuman bagi koruptor dapat memicu individu lain untuk melakukan hal serupa karena hukuman yang diberikan tidak terlalu berat," kata dia.
Dikatakannya, salah satu langkah yang dilakukan dalam pemiskinan koruptor adalah penyidik dapat menyita harta pelaku yang diduga hasil korupsi dan diminta memberikan penjelasan dari mana sumbernya.
Jika pelaku tidak dapat membuktikan bahwa kekayaan tersebut diperoleh dengan cara yang legal dan sah serta dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan maka harta tersebut akan disita dan menjadi milik negara, kata Donal. (Ant/RIZ)




Rakyat muak dengaan wacana pemberantasan korupsi yang tidak beranjak maju. Saat ini yang diperlukan adalah implementasi atas pemikiran tersebut, tetapi apa yang terjadi jika pemegang kekuasaan itu adalah kebanyakan bangsat penghisap darah rakyat yang hanya memikirkan diri dan golongannya damn tidak pernah peduli dengan penderitaan rakyat, banyak yang mengalami gizi buruk, sekolah ambruk dan tidak layak pakai, jembatan rusak dan tidak segera diperbaiki, jalanan macet sehingga pemborosan bahan bakar setiap hari, banjir yang berulang tanpa response yang memadai dari aparatus yang berwenang, malah memboroskan uang untuk renovasi ruang banggar dan sejenisnya baik di DPR maupun dibeberapa DPRD, sistem pengawasan yang sangat rendah pada penggunaan anggaran dieksekutif dan mungkin pula diyudikatif, masih mikirin leopard sedangkan angkatan lautnya masih lemah, tidak adanya fokus penciptaan lapangan kerja masif untuk menolong rakyat bangkit dari kemiskinan malah pembelian pesawat terbang untuk presidennya sedangkan transportasi umum yang diperlukan rakyat tidak juga dipenuhi. Rakyat berharap agar presiden dan pembantunya mulai sekarang fokus untuk mensejahterakan rakyat, dan para politikusnya jangan cuma menggunakan isu-isu kesusahan rakyat untuk dijadikan komoditas yang hanya mencari simpati untuk 2014 yang nanti juga berperilaku yang sama bejatnya setelah diberi amanah. Bagi para tokoh yang masih memiliki integritas dan concern terhadap penderitaan rakyat majulah kedepan untuk menegur pemimpin yang lupa atau lalai dalam menjalankan tugas yang diembannya, dan bangkitkanlah kembali nasionalisme dan persatuan serta gerakkan rakyat untuk bergerak memperbaiki keadaan ini.
rakyat mngusulkan "barang siapa terbukti melakukan korupsi maka semua harta kkayaannya d sita negara" tp pasti dpr tdk stuju krn banyak koruptornya, wkwkwkwk
rata-rata pejabat negara itu kaya,,,misalnya ada mobil, rumah mewah, punya simpanan uang di bank tanpa nama aslinya, atau gunakan nama org lain, anaknya sekolah di luar biar daerah ada alasan jenguk anak, tapi ketika tersangkut kasus korupsi maka sebagian harta akan habis juga dengan harus bayar pengacara, diperas oleh polisi, jaksa, hakim, panitera, terakhir LAPAS yg disana akan dijadikan sampah, hartanya juga habis untuk berbuat amal di LAPAS hingga hukumannya ringan, atau tidak terlalu dipenjarahkan dengan model yg umum tapi akan dikhususkan biar hartanya terbagi untuk petugas di Lapas,,,maka sesewaktu masa tahanannya habis pulang dan jadi caleg dan kalau dapat dukungan dengan bayar pemilih maka duduk dilegislatif untuk korupsi dan timbun kembali hartanya lagi,,,akan begitu terus sampai dunia kiamat,,
Koruptor itu mulax kaya tp stlh diusut berangsur miskin hbs dipakai untuk penegak hukum mulai dari polisi,jaksa,pengacara,hakim(Hubungi Aku Kalau Ingin Menang)namax juga uang syaitan habis dimakan HANTU iya kan?ha..ha..
hukum mati sangatlah pantas