Internal Demokrat Akui Politik Uang saat Kongres
Metrotvnews.com, Makassar: Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat Reza Ali tidak menampik terjadinya politik uang saat pemilihan ketua umum dalam kongres di Bandung beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkan mantan Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan ini, Jumat (10/2).
Reza mkengaku saat kongres tidak punya hak suara. Namun ia mengakau mendukung Marzuki Alie sebagai calon Ketua Umum untuk bersaing dengan Anas Urbaningrum yang akhirnya terpilih.
Menurutnya, politik uang saat kongres di Bandung sudah sering diungkapkan di media. "Yang jadi persoalan sebenarnya sumber uangnya dari mana, apakah betul dari Anas atau bukan dan betul tidak Anas yang suruh," jelas Reza.
Ia menambahkan, jika politik uang itu benar ada harusnya disampaikan ke Dewan Kehormatan partai, tidak dengan cara lain tapi lewat mekanisme partai. "Yang pasti PD mengharamkan cara-cara demikian, ya perlu dipertanyakan apa motivasinya. Bisa jadi juga ada sponsornya itu biasanya ada," terangnya.
Bahkan kata Reza, kalau pun ada politik uang tersebut pasti akan susah mencari tahu, karena tidak bakalan mengaku. "Tapi kalau menurut cerita ada bagi-bagi uang oleh tim pemenangan Anas, saya juga dengar," pungkasnya. (MI/RIZ)




Wong sudah ada yang katakan:
"... emangnya ke Bandung ikut muktamar ga pakai biaya, ga usah nginap di hotel, setiap hari makan angin? Jadi kalo dikasih biaya yah wajar lah...".
Yah biaya yang diberikan itu Rp20jt + US$5000 + Blackberry. Wajar ga yah?
Kalau angie sebut Apel malang= uang rupiah, apel washington = dollar, AU daun jambu = uang untuk konggress, bukti sudah ada: 1. bbrp DPC mengakui terima uang di atas nilai di luar kewajaran,2 sopir dan pengantar Uang ke kongress, 3 Saksi dipersidangan R & Y, AYO KPK tangkap saja maling besar
Berani berkata tidak pada korupsi... Tidak yang kecil-kecil!!!
Orang Sul**esi, anarkis dan suka menyogok.
Orang Ja** penjilat, rakus juga tamak..
Orang Bat** ngomong songong nggak punya otak....
Cocok..... Pertahankan Tradisi masing-masing daerah supaya Korupsi dan anarkis menjadi Kebudayaan Indon... dan mungkin bisa ditiru bangsa lain
Udah banyak bukti adanya politik uang dlm pengangkatan si Anas masih aja ada yg Mao nutup nutupin,gimana nih aparat kepolisian berani ggk periksa anak buahnya sby? Berani ggk masuk sarang macan? Hehe...!
semua org juga tahu kalau parpol demokrat secara internal ga ada yg baik,,,ayo kita ramai2 tidak usah dukung lagi Parpol demokrat dengan Pak SBY,,,kita dukung KPK biar tangkap mereka agar semua masuk bui,,,,anas sekarang ga ada taringnya lagi,,,