Politik Uang di Demokrat Diproses
Metrotvnews.com, Jakarta: Gejolak di tubuh Partai Demokrat memasuki babak baru. Setelah muncul desakan agar Anas Urbaningrum mundur dari jabatan ketua umum, kini partai pemenang Pemilu 2009 itu diguncang politik uang dalam pemilihan ketua umum saat kongres Demokrat di Bandung pada 2010.
Nama Anas kerap disebut dalam kasus dugaan korupsi proyek Wisma Atlet, Palembang, dan proyek fasilitas olahraga di Hambalang, Bogor. Mencuatnya kasus-kasus itu memaksa Demokrat melakukan bersih-bersih.
Komandan pembersihan itu dipegang TB Silalahi, Sekretaris Dewan Kehormatan Demokrat. Langkah pertama Silalahi ialah memanggil kader Demokrat yang mengaku menerima uang saat kongres di Bandung pada 2010, yakni mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Diana Maringka. Diana mengaku menerima dana Rp100 juta untuk memenangkan Anas.
"Kami memanggil dia ke Jakarta. Surat sudah dikirim," ujar Silalahi, kemarin. Dia berharap Diana membawa bukti-bukti sebagaimana telah diakuinya.
Semakin banyak daerah mengaku adanya politik uang di kongres Bandung. Ketua DPC Demokrat Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bastian Ujan di Lewoleba, Lembata, kemarin, mengungkapkan cabang-cabang Demokrat pendukung Anas di NTT mendapat dana ratusan juta rupiah.
"Saya diberi tahu teman-teman pendukung Anas dalam perjalanan kembali dari Bandung ke Lembata," ujar Ujan.
Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan Reza Ali juga tidak menampik adanya politik uang saat pemilihan Ketua Umum Demokrat di Bandung, yang dimenangi Anas, itu.
"Yang jadi persoalan, sumber uangnya dari mana. Apakah betul dari Anas atau bukan," jelas Reza yang mengaku mendukung Marzuki Alie dalam kongres di Bandung. Dalam kongres itu, ada tiga kandidat, yakni Anas, Andi Mallarangeng, dan Marzuki Alie.
Beda lagi pengakuan tim sukses Anas yang juga Ketua DPC Demokrat Cilacap, Jateng, Tridianto, yang mengaku mengeluarkan dana pribadi hingga Rp600 juta demi pemenangan Anas. (MI/RIZ)




SALAM !!!!
Para penguasa di rejim SBY sll membela diri tidakk pernah KKN aduh maklum orang berkuasa pintar ngomong kaya tikus yang ndak pernah lihat uang makan saja uang kami tapi ingat akhirat boleh senang2 dengan hasil maling m .kami sll mendoakan mu semoga perut m meledak kaya bom
bajingan tegik km anas,km curi uang rakyat,rakyat menderita di mana2 mkn pun susah km enak2 curi uang rakyat jelata,partai demokrat adalah partai korupsi,dari dulu SBY saya ngak pernah percaya,orang bego yg percaya sama partai demokrat,lanatullah km anas laknatullah partai demokrat.
Ye..lah..klo dah kelua duit 600 jt buat dukung anas..tp 2 m. Kli msk kekocek ikak..he...he...basi bang..bau apek..
Sudah ada DPC yang mengakui terima uang diluar kewajaran di kongress, beberapa sopir pengatar uang kongress sudah pengakui, saksi R & Y dipersidangan, KPK tangkap saja AU, masyarakat merasa tidak adil kalau tebang pilih
ayo kader2 demokrat semua buka mulut dan ngaku kalau kalian di sogok untuk pilih anas,,,buat apa pusing urus partai yg ga punya kepercayaan lagi,,,uang blh kamu terima tapi ngaku biar anas dihukum mati mampus,,,ga usah bertahan dengan demokrat bila perlu kalian buat partai sendri lagi biar lawan partai demokrat krn dia ga dipercaya lagi,,,,hahahahaha