AS Baru Terima Permintaan Pesanan Pesawat dari RI
Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat mengaku baru menerima permintaan dari Indonesia terkait pembelian delapan pesawat tempur. Rencana pembelian tersebut masih dalam tahap awal dan belum ada pembicaraan di antara kedua pemerintah.
Demikian diungkapkan Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel di Kedutaan Besar AS, Jakarta, Jumat (10/2) kemarin. "Kami baru menerima permintaan. Jadi itu masih dalam tahap awal dan belum ada pembicaraan," ungkapnya.
Scot menyatakan pihaknya senang jika Indonesia meminati produk-produk dari negaranya. AS bisa melakukan transfer teknologi kepada Indonesia. "Kami senang Indonesia tertarik atas produk AS walaupun belum ada kesempatan membicarakannya," ujarnya.
Sebelumnya pemerintah Indonesia berencana membeli helikopter Apache dari AS. Pembelian tersebut ditujukan untuk menambah kekuatan alat utama sistem persenjataan Indonesia. "Kalau tidak salah sebanyak delapan unit," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Menurut Sjafrie, pengadaan delapan unit helikopter Apache itu bukan karena ditawarkan pihak AS kepada pemerintah Indonesia. Rencana pembelian tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan.
"Mereka tidak menawarkan, kita yang mencari," ujar Sjafrie. Ia menambahkan, hingga kini belum ada kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan AS terkait pembelian helikopter tersebut. (MI/RIZ)




Kalau ada duit yah boleh-boleh aja asal harganya engga dimark up kaya gedung banggar, asal duitnya engga dikorup kaya Nazaruddin, asal angkatan bersenjata Indonesia kuat dalam mempertahankan kedaulatan negara dan negara menjadi aman dan tentrem karena prajurit-prajuritnya profesional, tangguh, kuat, cerdik apalagi rakyat telah menunjukkan kasih sayangnya dengan membelikan peralatan tempur yang mahal dan canggih.
kalo sudah punya helicopter , jangan takut lagi untuk serang malaysia . dan juga kapan beraninya . harus berani gertak dong . masak di olok olok terus ama malaysia .
Sebaiknya beli satu saja. Yang lain beli dari negara lain: Rusia, Inggris, Cina dll. Biar kalau Indonesia di-embargo AS, masih punya heli yg bisa terbang.
Entahlah, aku nggak ngerti yang gitu-gitu. Terserah yang ngerti aja...