Kernet Karunia Bakti Akui Bus Alami Blong Rem
Metrotvnews.com, Garut: Kernet bus Karunia Bakti, Rohman, 33 tahun, menyerahkan diri ke Polres Garut, Jawa Barat, Sabtu (11/2). Kepada polisi Rohman menjelaskan, ia lari karena panik dan takut. Bus Karunia Bakti mengalami kecelakaan di Cisarua, Bogor, Jumat (10/2). Sebanyak 14 orang tewas.
Rohman menjelaskan, saat berangkat bus yang diawakinya tidak mengalami masalah. Bus layak jalan. Namun, di tengah perjalanan, tepatnya di kawasan Puncak, bus mengalami masalah pada ban belakang sebelah kanan. Dari ban belakang sebelah kanan itu tercium bau dan panas.
Rohman, kondektur Dedi dan sopir bus Lukman menghentikan kendaraan untuk mengecek kondisi ban. Mereka juga melakukan sedikit perbaikan. Bus dijalankan kembali karena dinilai tidak ada masalah. Namun, setelah memasuki turunan Puncak, rem bus blong.
Bus tidak bisa dikendalikan. Panik, Rohman menyelamatkan diri dengan berlindung di bawah jok kursi kedua dari depan. Rohman baru sadar saat bus sudah masuk ke jurang. Lantaran panik dan takut jadi sasaran amuk warga, rohman dan dua awak lainnya lari ke kampung halamannya di Garut. (Hendra Herdiana/DOR)




Jujur ajah... emang bus ekonomi di Indonesia tidak layak jalan tapi masih tetep diberikan izin ama petugas. Uji KIR hanya ajang main-mainan.... Pemerintah Republik Korupsi Indon ini tidak bisa memberikan kamanan dan kenyamanan kepada rakyat-nya... Minta pemerintah Kolonial Belanda menjajah lagi biar lebih nyaman dan tertib hidup...