Sopir Bus Karunia Bakti Jadi Tersangka
Metrotvnews.com, Bogor: Lukman Iskandar, sopir bus Karunia Bakti, resmi ditetapkan menjadi tersangka kasus kecelakaan maut di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kecelakaan menyebabkan 14 orang tewas dan melukai puluhan lainnya--sepuluh di antaranya kritis.
Lukman, warga Kampung Kaum RT 04/RW 06 Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Garut, terancam Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yakni kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.
"Dari hasi pemeriksaan tersangka mengarah kepada sopir. Kami sudah melakukan pemeriksaan, dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, AKP Syarif Zainal Abidin, di Bogor, Sabtu.
Menurut Syarif, penetapan tersangka sudah melalui rekomendasi dari Kepolisian Daerah Jawa Barat yang disampaikan Kepala Bidang Humas Polda. Syarif mengatakan Lukman diduga lalai dalam mengemudikan bus sehingga mengalami kecelakaan dan menewaskan 14 orang.
Selain itu, tindakan sopir yang melarikan diri usai kecelakaan makin memperberat posisi tersangka dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Sopir sempat melarikan diri. Namun, kami berhasil mengamankannya di wilayah Garut," kata Kasat.
Lukman mengaku, kabur karena panik. Dia takut diamuk warga. Lelaki itu ditangkap petugas Reskrim Polres Bogor saat menunggu di salah satu Pool bus di wilayah Garut.
Menurut Lukman, sebelum berangkat bus dalam kondisi laik jalan. Namun, diperjalanan tepatnya di wilayah Puncak ban belakang sebelah kanan bus mengalami gangguan mengeluarkan asap hitam.
"Kami sudah memperbaikinya, lalu melanjutkan perjalanan. Tapi, sesampainya dipenurunan itu, rem mobil tiba-tiba blong," katanya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kernet Bus Karunia Bhakti Rohman yang juga melarikan diri setelah kecelakaan terjadi akhirnya menyerahkan diri di Polres Garut.
Rohman mengaku menyesal dan sadar saat pelariannya tidak baik. Dia pun menyerahkan diri kepada petugas.
Dalam keterangannya kepada petugas Rohman mengaku adanya kerusakan kendaraan yang terjadi saat melintas di jalur Puncak.
Kecelakaan maut terjadi Jumat (10/2) malam sekitar pukul 18.40 WIB. Bus Karunia Bhakti menabrak sejumlah mobil, lima sepeda motor, tiang listrik, dan sebuah warung bakso hingga akhirnya terjun ke tebing vila warga sedalam 7 meter.(Ant/ICH)




langkah rezeki tidak ada yang tahu , dah nasib pekerjaan supir , tak seorang supirpun diatas dunia ini mau belanggar