Aktivitas Gunung Marapi Menurun
Metrotvnews.com, Bukittinggi: Gunung Marapi di Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, aktivitasnya mulai menurun meski statusnya tetap waspada level II. Aktivitas gunung yang memiliki tinggi 2.891 meter di atas permukaan laut itu (mdpl) itu menurun ditandai dengan berkurangnya letusan dan embusan. Demikian diungkapkan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bukittingi Suparmo, Ahad (12/2).
Menurut dia, jika dibandingkan seminggu yang lalu, gunung yang bersebelahan dengan Gunung Singgalang itu masih mengalami letusan sebanyak tiga kali sehari. Akan tetapi, pada Ahad ini alat seismograf dan satu digital analog yang dipasang di ketinggian 2.000 meter di Nagari Batu Palano dan pada ketinggian 1.500 meter di Nagari Lasi tidak mendeteksi adanya letusan.
Dari laporan alat seismograf itu, gunung hanya mengalami embusan sebanyak dua kali, terjadi pada pukul 00.32 WIB dan 01.11 WIB. Alat itu juga menunjukkan telah terjadi gempa vulkanik dangkal (VB) pada pukul 00.54 WIB dan 04.27 WIB.
"Baik embusan dan gempa vulkanik dangkal yang terjadi pada gunung tersebut amplitudonya kecil, hanya 1-2 milimeter dengan lama gempa 40 sampai 60 detik," katanya menjelaskan.
Menurut dia, tidak terjadinya letusan pada gunung itu bukan tidak mungkin akan terjadi lagi peningkatan jumlah letusan. "Bisa jadi besok atau lusa gunung kembali meletus. Namun, kalau pun terjadi letusan mungkin tidak dalam kategori besar, tetapi rata-rata dikategorikan kecil dengan tinggi letusan 200 meter lebih," kata dia.
Ia berharap agar warga yang tinggal di kaki gunung tetap meningkatkan kewaspadaan karena kapan saja gunung bisa meletus meski tanda-tanda demikian tidak terlihat.
Salah satu gunung aktif di Sumbar ini telah mengalami peningkatan aktivitas sejak 3 Agustus 2011. Gunung ini sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang dengan ketinggian 1.000 meter dan menjangkau sejumlah daerah di Sumbar, seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, dan Padangpanjang.(Ant/BEY)



