Pelatih Persebaya Minta LPI Pakai Wasit Asing
Metrotvnews.com, Surabaya: Pelatih Persebaya Surabaya Divaldo Alves meminta kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) agar laga-laga berikutnya dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) memakai wasit asing.
"Di sisa musim kompetisi ini, PSSI jangan ragu menggunakan wasit asing. Meski tidak semua, tapi kehadiran wasit asing diharapkan mampu menjadi panutan bagi wasit lokal dan pemain," ujarnya kepada wartawan yang ditemui usai pertandingan Persebaya kontra Persema Malang di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (12/2) sore.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor kaca mata atau 0-0 tersebut, Divaldo Alves mengaku geram dan kecewa terhadap keputusan-keputusan wasit Sulistyoko asal Jakarta. Ia menganggap timnya layak mendapat dua kali penalti setelah dilanggar lawan di kotak terlarang.
"Feri Ariawan dua kali dilanggar, tapi wasit tidak bertindak malah hanya menonton saja. Wasit sepertinya takut bertanggung jawab atas penalti," tukas pelatih Alves.
Pelatih asal Portugal tersebut juga mencurigai ada oknum-oknum yang tidak ingin Persebaya menang dalam pertandingan. Ia menilai tidak hanya kali ini saja merasa dikerjai wasit, namun dalam laga melawan Persijap dan Persiba Bantul juga dibuat kesal karena keputusan pengadil lapangan.
"Bukan tidak mungkin kami akan melaporkan kepada PSSI. Kami masih akan berdiskusi dengan manajemen dan melaporkannya resmi," paparnya.
Dalam pertandingan melawan Persema, keputusan wasit sempat memantik emosi Bonek Mania, julukan suporter Persebaya. Lemparan botol dari hampir semua sudut tribun melayang ke arah lapangan.
Bahkan pemain kedua tim terpancing emosinya. Gesekan-gesekan yang mengarah kepada pertengkaran mewarnai pertandingan yang disaksikan sekitar 25 ribu suporter itu. Pertandingan juga sempat terhenti tiga kali, masing-masing menit 55, 58, dan 60, karena kedua tim terlibat adu mulut.
Manajer Persema Malang Asmuri juga tak kalah geramnya. Lemparan-lemparan botol ke "banch" cadangan dan ofisial Persema dinilai akibat ketidaksiapan panitia pelaksana pertandingan dan tim keamanan.
"Sebenarnya pertandingan sangat enak ditonton, tapi keributan yang terjadi sedikit mengganggu. Syukurlah pertandingan bisa selesai sampai 90 menit dan tidak ada kendala. Hal ini tidak akan terjadi kalau panitia pelaksana lebih siap," tuturnya.
Sedangkan Pelatih Persema Slave Radovski enggan berkomentar lebih jauh tentang kepemimpinan wasit. Menurut dia, bagus atau tidaknya wasit bukan dinilai dari berapa kartu yang dikeluarkan saat pemain berseteru. Terkait ulah suporter, secara umum ia juga menilainya sangat wajar.(Ant/BEY)




Yg namanya pssi bubarkan saja, para pelatihpun tdk percaya pd wasit, ngapain Komisi penyelamatan?