Koper Anggota DPRD NTB Penumpang Garuda Dicongkel
Metrotvnews.com, Palembang: Barang bagasi sejumlah anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) di Penerbangan Garuda rute Lombok-Palembang, Ahad (12/2) kemarin pagi, dicongkel. Akikbatnya uang tunai Rp20 juta lebih raib.
"Ini perbuatan yang sangat tidak terpuji, karena pengrusakan kunci koper bagasi itu disengaja untuk mengambil uang di dalamnya," kata Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Syamsir, di Palembang, Sumatra Selatan, Senin hari ini.
Syamsir merupakan pimpinan rombongan tim DPRD NTB yang melakukan studi komparatif terkait pengelolaan dana Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) dan Tata Tertib DPRD, di Palembang.
Lebih dari 20 orang anggota DPRD NTB menumpangi pesawat PT Garuda Indonesia Tbk dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarrudin di Palembang, transit di Bandara Internasional Soekarno Hatta di Jakarta.
Untuk rute penerbangan dari BIL-Soekarno Hatta, menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 431, berangkat pukul 06.35 Wita dengan waktu tempuh satu jam 50 menit.
Selanjutnya penerbangan rute Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarrudin, menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 114, berangkat pukul 10.00 WIB dengan waktu tempuh 50 menit.
Syamsir mengaku kunci kopernya juga dicongkel, meskipun tidak ada yang hilang karena tidak menyimpan uang dalam koper itu.
Berbeda dengan koper Zulkarnaen, anggota Panitia Khusus (Pansus) Jamkrida DPRD NTB, yang juga dicongkel hingga uang tunai Rp20 juta lebih raib.
"Sama-sama kunci koper dirusakkan, hanya isi koper saya tidak ada yang hilang karena tidak ada uang di koper itu. Kalau punya pak Zul ada uangnya," ujarnya.
Hanya saja, kedua anggota DPRD NTB itu belum melaporkan peristiwa tidak menyenangkan yang mereka alami itu kepada pihak Garuda maupun pengelola bandara, karena masih sibuk menjalankan tugas studi komparatif di Palembang.
Pihak Garuda pun belum bisa dikonfirmasi hingga berita ditulis.
Namun para anggota DPRD NTB menghendaki permasalahan ini patut diketahui publik agar oknum-oknum petugas bagasi penumpang Garuda di sejumlah bandara yang dilewati itu dapat ditindak.
Selain itu, kasus tersebut dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua penumpang pesawat, agar lebih berhati-hati menempatkan barang berharga dalam koper bagasi.
"Ini perlu diketahui publik agar lebih berhati-hati. Apalagi peristiwa seperti ini sudah sering terjadi dan patut disikapi manajemen maskapai penerbangan," ujar Syamsir.(Ant/RIZ)




uang rakyat sih, makanya jadi dewan harus polos jujur,jangan hanya ngomong mengatas namakan rakya,rakyat yang mana,rakyat gak perlu celotehanmu,tp rakyat perlu bukti,KAPOK DEH LOO......he...he...he
perlu ditindak lanjuti dgn tegas spy nantix tdk mnjdi kbiasaan
itulah fakta bahwa uang dlm kopermu adalah uang morgan alias uang siluman yng berasal dari rakyat yang
skarang dicuri oleh rakyat.
SEHINGGA IMPAS SUDAH DENGAN PERBUATANMU DLM MENIPU RAKYATMU
Uang Jin dimakan Setan h h h, seharusnya sesama maling jangan saling mengganggu.....
itu bukan mencuri mas. tapi mengembalikan uang ke pemilknya. wkkkk.....