Isap Ganja Sebelum Mengemudi Berisiko Tabrakan Fatal
PENELITIAN yang dipusatkan di Universitas Dalhousie, Kanada, menyatakan orang yang mengonsumsi ganja sebelum mengemudi, berisiko lebih besar menyebabkan kecelakaan dibanding dengan orang yang bebas dari pengaruh alkohol atau obat-obatan. Studi dilakukan dengan mengamati lebih dari 49 ribu orang yang terlibat kecelakaan di jalan umum, baik sepeda motor, mobil, truk, maupun bus.
Dilihat dari hasilnya, peneliti berpendapat mereka yang menggunakan ganja tiga jam sebelum mengemudi, lebih berisiko menyebabkan tabrakan, terutama yang bersifat fatal. Sebuah studi di Skotlandia pada 2007 juga menemukan 15 persen dari 537 pengemudi berusia 17 sampai 39 tahun telah menggunakan ganja dalam kurun waktu 12 jam.
Seorang ahli dari University of Queensland, Wayne Hall mengatakan, seharusnya kampanye pendidikan tentang bahaya penggunaan ganja atau obat-obatan kian digencarkan. Sehingga tidak akan ada korban jiwa akibat kelalaian pengemudi. Studi tersebut telah dipublikasikan dalam Journal BMJ.(MI/Wtr4)



