BMKG: Riau Masih Dibayangi Cuaca Tak Menentu

Nasional / Kamis, 16 Februari 2012 09:16 WIB

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru menyatakan, hingga akhir Februari 2012, sebagaian besar Provinsi Riau masih akan dibayangi cuaca tak menentu. Bisa hujan dan panas. Tapi diperkirakan distribusi hujan cukup kurang terjadi di sebagain besar wilayah provinsi kaya minyak itu.

"Pada umumnya wilayah Provinsi Riau diprakirakan akan mengalami peralihan dari puncak musim kemarau periode II tahun 2011 ke puncak musim hujan periode I tahun 2012," kata analis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Sanya Gautami, di Pekanbaru, Riau, Kamis (16/2).

Meski demikian, peluang hujan pada Februari atau menjelang memasuki musim hujan periode I masih tetap ada. "Konsentrasi peluang hujan terbesar terjadi di sebagian wilayah Riau bagian barat dan pesisir timur. Hal ini lebih disebabkan adanya pergerakan massa udara dominan berasal dari arah barat laut hingga utara yang melalui wilayah Riau," katanya.

Masa udara yang dimaksud Sanya, berasal dari Samudera Hindia, bersifat masih cukup basah dan cukup banyak membawa uap air. Namun ada juga faktor lain yang juga salah satu pengendali hujan. Suhu permukaan laut atau "Sea Surface Temperature" di Samudera Hindia dan wilayah Indonesia bagian barat cukup dingin. Hal demikian menurut Sanya juga berpengaruh terhadap aktivitas pertumbuhan awan-awan hujan.

"Jika suhu udara permukaan laut mendingin, maka pertumbuhan awan hujan akan cukup signifikan di wilayah Sumatra dan sebagian wilayah Indonesia bagian barat. Begitu juga khususnya untuk wilayah Riau khususnya Riau bagian pesisir," ujarnya.

Satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) -18 selama dua pekan terakhir--tercatat sejak 1-14 Februari 2012--menurut data BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru, juga sempat mendeteksi sebanyak 161 titik kebakaran atau hotspot di sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Untuk di Sumatra (termasuk Riau), NOAA mendeteksi sedikitnya ada 259 hotspot yang tersebar di sejumlah provinsi.

Khusus di Riau, sebaran titik kebakaran terbanyak terdeteksi pada 12 Februari 2012. Jumlah titik api mencapai 60 titik. Kemudian terbanyak kedua khusus Riau, terdeteksi pada 13 Februari 2012 dengan jumlah hotspot sekitar 35 titik.

Tingginya kemunculan titik kebakaran hutan atau lahan di sebagian besar wilayah Riau menurut para analis BMKG, kemungkinan disebabkan cuaca yang cenderung cerah berawan atau minim hujan serta kebiasaan masyarakat yang kerap membuka lahan perkebunan dengan cara yang instant atau membakar.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *