Taliban Bantah Berunding dengan Afghanistan
Metrotvnews.com, Kabul: Gerilyawan Taliban membantah telah memulai perundingan dengan pemerintah Afghanistan, Kamis (16/2).
"Taliban membantah tegas pernyataan (Presiden Afghanistan Hamid) Karzai," kata juru bicara Zabiullah Mujahid dalam sebuah pernyataan di situs berita kelompok gerilya itu.
"Kepala pemerintah Kabul dalam wawancara belum lama ini dengan surat kabar Wall Street Journal, mengatakan bahwa pemerintah AS dan Kabul telah memulai perundingan rahasia dengan Taliban, dan perundingan ini sangat membuahkan hasil," kata pernyataan itu.
Taliban mengatakan bulan lalu, mereka berencana membentuk sebuah kantor politik di Qatar menjelang pembicaraan resmi yang mungkin dilakukan dengan AS, dan para pejabat Afghanistan dan AS mengatakan bahwa kontak-kontak penjajagan sudah dilakukan.
Mujahid, yang menyebut klaim Karzai itu sebagai bohong, mengatakan, belum ada keputusan yang diambil mengenai apakah melakukan pembicaraan dengan apa yang disebutnya pemerintah Kabul "yang tak berdaya".
Dalam wawancara dengan Wall Street Journal yang diterbitkan Kamis, Karzai mengatakan, pemerintah Afghanistan adalah bagian dari pembicaraan perdamaian tiga pihak yang melibatkan AS dan Taliban.
Pernyataan Taliban itu mengatakan, "Jika ada orang yang mengaku berunding dengan pemerintah Kabul sebagai utusan Emirat Islam, maka ia adalah penipu."
Pada 2010, seorang pria yang menyamar sebagai pemimpin tingkat tinggi Taliban, Akhtar Mohammad Mansour, dilaporkan bertemu tiga kali dengan para pejabat Afghanistan dan NATO dan menerima uang pembayaran kontan, sebelum terbongkar bahwa ia seorang penipu.
Karzai, yang ditolak Taliban karena dianggap sebagai "boneka", telah terang-terangan mendukung perundingan perdamaian, namun ia dikabarkan khawatir karena ia tidak akan dilibatkan dalam perundingan di Qatar.
Washington menekankan bahwa setiap perundingan dengan Taliban untuk mengakhiri perang hanya bisa berlangsung dengan persetujuan pemerintah Afghanistan, yang nantinya akan memimpin proses itu.
AS mengirim utusan ke Kabul pada Januari untuk memastikan bahwa Karzai memperoleh peranan utama bila perundingan dengan Taliban telah dimulai.
Taliban sejauh ini bersikeras bahwa mereka tidak akan memasuki negosiasi bila pasukan asing masih berada di Afghanistan. Bahkan, jika mereka melakukan hal itu, mereka mungkin enggan mengakuinya.
Sejumlah komandan juga khawatir akan semangat para pejuang mereka di lapangan jika mereka tahu para pemimpin mereka melakukan perundingan.
Pada Oktober, Taliban berjanji akan berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan.(Ant/DNI)



