Kunjungan Turis Belanda ke Sumut Turun
Metrotvnews.com, Medan: Kedatangan turis asal Belanda ke Sumatra Utara terus turun. Tinggal 6.549 orang pada 2011. Diduga lantaran pengaruh krisis ekonomi di Eropa. Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Sumut, Suharno, di Medan, Sumut, Sabtu (18/2).
Pada 2010, kunjungan turis asal Belanda masih sebanyak 6.820 orang dari total kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumut pada tahun itu mencapai 191.466 orang. Menurut dia, meski persentase penurunan turis dari Belanda itu kecil atau hanya 3,97 persen sangat disayangkan karena terjadi di saat kunjungan dari negara lain justru meningkat.
Secara total, kedatangan wisman ke Sumut pada tahun lalu naik 16,54 persen atau menjadi 223.126 orang dari 2010 yang sebanyak 191.466 orang. "Semakin memprihatinkan karena dahulu turis Belanda tercatat cukup banyak mengunjungi Sumut. Penurunan bisa terjadi karena dampak krisis atau hal lainnya," katanya.
Suharno menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir, kunjungan wisman ke Sumut didominasi dari negara Asia, khususnya Malaysia. Malaysia sendiri mendominasi kedatangan wisman ke Sumut atau mencapai 69.78 persen dari total kedatangan turis pada 2011 yang berjumlah 223.128 orang.
Pengamat pariwisata Sumut, Henry Hutabarat, mengakui memang diperlukan upaya untuk memulihkan kepercayaan dan minat kunjungan wisatawan asal Eropa khususnya Belanda ke Sumut mengingat dulunya warga negara itu sangat suka, bahkan pernah menjadi terbanyak mengunjungi daerah itu.
Menurut dia, perlu dicari penyebab turunnya kunjungan turis asal Belanda, mengingat sejak dulu hubungan Sumut dan Belanda dalam segala hal cukup bagus.
"Saya kira bukan hanya karena dampak krisis di Eropa yang menjadi penyebab turunnya kunjungan turis Belanda ke Sumut, tetapi ada faktor lain seperti kurangnya promosi atau infrastruktur yang dinilai tidak memadai di daerah objek wisata Sumut," katanya.
Menurut dia, turis Belanda biasanya didominasi oleh wisatawan berusia tua sehingga soal kenyamanan merupakan suatu hal yang paling penting.
"Kalau karena krisis kenapa kunjungan turis dari negara Eropa lainnya dan bahkan Amerika Serikat naik ke Sumut pada tahun lalu," katanya.
Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto, kepada wartawan di Jakarta akhir Januari lalu mengakui, mulai 1 Maret, Garuda mengurangi frekuensi penerbangan ke Amsterdam, Belanda, dari tujuh kali menjadi empat kali seminggu.
Keputusan mengurangi rute itu untuk menghindari kerugian yang besar akibat berkurangnya jumlah penumpang dampak krisis ekonomi yang terjadi di Eropa.(Ant/BEY)




menurut sy pemda sumut blum bs menjual keindahan wisata sumut; yg dijual baru wisata u pemanjaan mata,kegiatan wisatawan hanya tengok sana tengok sini jd cepat bosan,belum bs menjual wisata budaya, ,kuliner,trecking,permainan air,perkebunan bunga,out bound dll,padahal potensinya sangat indah..pemda nya hrs belajar banyak ke pariwisata Bali.klo perlu buat taman safari sumut ..pastinya lahan dan topologinya pas banget lokasi medan yg ke arah brastagi.