Muhaimin: Permintaan Bantuan THR Sangat Ngawur
Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar memang pernah disebut mengajukan permintaan bantuan tunjangan hari raya (THR) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2011 lalu. Namun, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut tudingan itu ngawur dan hanya mencatut namanya saja.
"Dalam hal ini sangat ngawur. Saya tidak pernah bertemu dan (mereka) itu menggunakan nama saya," kata Muhaimin, saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (20/2).
Pria kelahiran Jombang itu bersaksi untuk dua anak buahnya, Sesditjen P2KT I Nyoman Suisnaya dan Kabag Evaluasi dan Pelaporan Ditjen P2KT Kemenakertrans, Dadong Irbarelawan.
Menurutnya, ia sama sekali tidak mengenal rekan Darnawati bernama Danny Nawawi yang menyebutnya meminta bantuan sejumlah uang untuk memenuhi kekurangan THR di seluruh Indonesia. Tak hanya itu saja, Muhaimin juga mengaku tidak mengetahui kalau Danny sempat berkunjung ke kediamannya di Widya Chandra dan mendapat penolakan dari ajudannya.
"Tidak tahu, lupa saya. Mungkin terlalu banyak tamu," imbuhnya.
Kemudian, terkait nama-nama lain seperti M. Fauzi, Ali Mudhori dan Sindu Malik yang juga pernah membawa-bawa namanya, Muhaimin pun mengaku tidak tahu menahu. Sayangnya, saat ditanya tindakan apa yang akan ditempuhnya, ia masih akan menunggu hingga proses persidangan dua anak buahnya itu berakhir.
"Tentu saja kita lihat persidangan berikutnya. Beberapa nama tentu harus mendapatkan tindakan," cetusnya.
Dalam persidangan beberapa waktu lalu, nama Muhaimin sempat disebut dalam pembicaraan melalui sambungan telepon antara rekan Darnawati dan pengusaha asal Papua Syamsu Alam.
Dalam rekaman tersebut, Danny yang mengaku baru saja bertemu dengan Menakertrans mengungkapkan adanya permintaan bantuan tunjangan hari raya dari Muhaimin. Menurutnya, Menteri Muhaimin mengajukan permintaan atas kekurangan dana THR yang akan dibagikan ke seluruh Indonesia, masih terdapat kekurangan sebesar Rp2 miliar. (MI/RRN)




Kalau cuma THR doang, lu kenapa gak minta gua min..? malu maluin....
biasa, penyakit lupa pejabat yg korup, tanda2 pejabat yg gak jujur, apalagi untuk rakyat, sadarla pjbt, Tuhan gak buta
Sdh jelas bro......namanya sdh pas betul.. T H R ( Tunduk menanduk Hati Rakyat ).
Apalagi kalau minta succes fee lebih ngawur lg Cak