Karzai Undang Pemimpin Taliban Berunding Langsung

Internasional / Selasa, 21 Februari 2012 23:53 WIB

Metrotvnews.com, Kabul: Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengundang para pimpinan Taliban untuk berunding langsung dengan pemerintah. "Untuk mewujudkan tujuan proses perdamaian, saya mengundang kepemimpinan Taliban untuk terlibat dalam pembicaraan langsung dengan pemerintah Afghanistan," kata Karzai dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya, Selasa (21/2).

Karzai juga mendesak Pakistan memfasilitasi upaya-upaya perundingan guna mengakhiri perang yang telah berlangsung 10 tahun. "Seraya menekankan pentingnya dukungan Pakistan untuk proses perdamaian, saya dengan ini meminta pemerintah saudara kita Pakistan untuk mendukung dan memfasilitasi upaya perundingan langsung kami sebagai bagian dari proses perdamaian," ujarnya.

Pernyataan itu muncul setelah Karzai berbicara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tentang langkah-langkah rekonsiliasi yang dipimpin Afghanistan. Ia juga menyampaikan kunjungan pekan lalu ke Pakistan. Dia mengatakan sudah waktunya untuk mengambil tindakan demi perdamaian.

Karzai menganggap penting dukungan Pakistan demi keberhasilan upaya perdamaian. Selama ini hubungan Afghanistan dan Pakistan sering terganggu aksi saling tuduh bertanggung jawab atas kekerasan yang dilakukan Taliban.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *