Nasir Irit Bicara Soal Pemeriksaan Badan Kehormatan DPR

Polhukam / Rabu, 22 Februari 2012 16:36 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Muhammad Nasir semakin irit bicara. Saat dicegat wartawan usai pemeriksaan ulang oleh Badan Kehormatan DPR di DPR, Jakarta, Rabu (22/2) siang, anggota Komisi XI DPR itu enggan bicara. Ia semakin irit bicara.

Kakak kandung Muhammad Nazaruddin tersebut diperiksa Badan Kehormatan DPR dari pukul 13.30 WIB hingga 15.30 WIB. Begitu keluar ruang pemeriksaan, sepanjang lorong dari depan Ruang Badan Kehormatan di Nusantara II menuju lift di Nusantara I, Nasir hanya tersenyum ketika ditanyai wartawan.

Dia sesekali menggunakan kata "Tidak" dan "Nggak" ketika ditanyai pekerja media. Nasir baru menjawab ihwal apa yang dia sampaikan kepada Badan Kehormatan sesaat sebelum masuk ke lift. "Saya sudah sampaikan seperti yang kemarin," kata politikus Demokrat itu.

Ketika ditanya tudingan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana yang menyebut Nasir berbohong soal kunjungan ke Rumah Tahanan Cipinang, lelaki tambun itu berkilah.
"Bukan, tadi saya enggak ditanya begitu," kata Nasir sembari berlalu.

Nasir diduga melakukan pelanggaran etik DPR. Nasir kepergok Denny Indrayana saat menjenguk Nazar di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta, diluar jam besok. Saat ini Nasir ditemani Djufri Taufik dan Arif Ahmad yang mengaku kuasa hukum Nazar. (Wtr2)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *