Menlu Australia Kevin Rudd Mengundurkan Diri

Internasional / Rabu, 22 Februari 2012 23:11 WIB

Metrotvnews.com, Sydney: Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd, mengundurkan diri. Ia mengaku tidak dapat melanjutkan tugasnya tanpa dukungan Perdana Menteri Julia Gillard.

"Sebenarnya saya tidak dapat terus menjadi menteri luar negeri jika saya tidak mendapat dukungan PM Gillard," katanya dalam satu pidato pengunduran diri yang dramatis Selasa (21/2) malam atau Rabu (22/2) WIB dari Washington, Amerika Serikat.

Rudd mengatakan satu-satunya tindakan yang terhormat baginya adalah mundur. Laporan-laporan yang beredar di Australia bahwa Gillard siap memecat Rudd.

Diplomat yang terkenal di forum internasional itu mengatakan akan kembali ke Asutralia pada Jumat. Ia  akan berkonsultasi dengan keluarganya, masyarakat dan kolega-kolega di parlemen tentang apa yang ia akan lakukan kelak.

"Saya kemudian akan mengeluarkan satu pernyataan lengkap kepada rakyat Australia mengenai masa depan saya sebelum parlemen bersidang kembali Senin depan," katanya dalam jumpa pers yang juga disiarkan langsung di Australia.

Rudd mengatakan spekulasi kepemimpinan seperti opera sabun yang mengganggu tugas riil pemerintah. "Australia harus diperintah oleh rakyat, bukan oleh faksi-faksi," katanya di tengah upaya para pemimpin faksi Partai Buruh yang mendukung pelengserannya.

Ia juga menegaskan tidak akan pernah ada serangan misterius terhadap seorang perdana menteri yang dipilih oleh rakyat. Ini mengacu pada penggulingan dirinya pada 2010 oleh wakilnya waktu itu Gillard yang menantangnya hingga memicu pengunduran dirinya sebagai perdana menteri.

"Kita semua tahu apa yang terjadi kemudian, itu adalah salah dan jangan pernah terjadi kembali," kata Rudd.

Rabu siang surat kabar Australia memberitakan bahwa Gillard yakin memiliki memiliki sejumlah anggota parlemen dari Partai Buruh yang mendukung kepemimpinannya. Ia yakin pemungutan suara Selasa mendatang dapat memaksa Rudd mundur. Jika kalah dalam pemungutan suara itu, Rudd segera dipecat sebagai menlu oleh Gillard.

Gillard menolak memberi komentar mengenai laporan itu. Ia mengatakan telah menjawab banyak pertanyaan tentang kepempinan itu. "Saya benar-benar tidak memiliki jawaban lagi mengenai itu," katanya.

Partai Buruh dilanda perpecahan di dalam. Gillard berjuang menghadapi kebijakan-kebijakan yang tidak populer dan jajak pendapat yang menyatakan partai itu akan kalah jika pemilu diselenggarakan besok.

Rudd menjadi perdana menteri pada 2007. Ia menang dalam pemilu yang mengakhiri lebih dari satu dasawarsa pemerintah konservatif. Tetapi ia digulingkan pada Juni 2010 dalam satu pemungutan suara partai setelah kehilangan dukungan para pemimpin faksi Buruh.

Gillard memimpin pemerintah minoritas yang goyah setelah gagal menjamin partai Buruh meraih mayoritas dalam Pemilu 2010. Menteri Perindusrian Greg Combet mengatakan masalah kepemimpin partai itu adalah satu gangguan yang harus diakhiri.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *