Brasil Naikkan Produksi Tebu buat BBM Etanol
Metrotvnews.com, Sao Paulo: Brasil, Jumat (24/2) mengatakan, berencana untuk meningkatkan produksi tebu selama empat tahun ke depan untuk digunakan sebagai bahan bakar minyak etanol pada kendaraan ringan.
Pemerintah federal mengatakan, sebuah rencana strategis untuk meningkatkan produksi tebu selama periode 2012-2015 sedang dikembangkan guna memantapkan peran etanol sebagai bahan bakar terkemuka untuk armada kendaraan ringan Brasil.
Sejak 1976 pemerintah telah membuat kewajiban untuk mencampur etanol anhidrat, mengandung maksimum satu persen air, dengan bensin, berfluktuasi antara rasio 10 persen hingga 22 persen, untuk digunakan dalam kendaraan ringan.
Rencana baru itu akan menaikkan proporsi etanol anhidrat ke dalam bensin menjadi 25 persen dan pangsa kendaraan ringan yang menggunakan etanol hidrat dengan tujuh persen air, menjadi antara 50 hingga 55 persen.
Di antara langkah-langkah yang dipertimbangkan untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan nasional dan potensi ekspor etanol adalah memperbaiki 6,4 juta hektare (15,8 juta are) lahan kebun tebu sampai dengan tahun 2015 dengan biaya diperkirakan sebesar 29 miliar dolar AS.
Lainnya adalah investasi sekitar 8,5 miliar dolar AS untuk meningkatkan jumlah pabrik pengolahan. Menurut statistik industri, sebagian besar fasilitas pengolahan tebu beroperasi di bawah kapasitas.
Ketiga adalah untuk meningkatkan area budidaya tebu menjadi 3,8 juta hektare dengan biaya sebesar 23 miliar dolar AS.
Pendanaan untuk rencana tersebut akan berasal dari Bank Pembangunan Brasil, perusahaan publik federal yang terkait dengan kementerian pembangunan, industri dan perdagangan luar negeri.
Etanol, sebagian besar dibuat dengan menggunakan gula, banyak digunakan di Brasil sebagai alternatif murah untuk bensin sebagai bahan bakar motor.
Brasil adalah produsen terbesar kedua etanol di dunia, setelah Amerika Serikat, dan eksportir terbesar biofuel (bahan bakar nabati).
Ini menopang pasar domestik besar yang menggunakan etanol melalui penjualan mobil yang mesinnya dapat menggunakan baik bensin maupun etanol atau campuran keduanya.(Ant/RIZ)



Tapi dari yang saya dengar dan lihat ternyata energi gerak dari etanol (dan alkohol lainnya) adalah di bawah BBM dan BBG (per satuan massa yang sama) sehingga tenaga mesin turun sehingga membutuhkan lebih banyak etanol untuk mengatasi penurunan tenaga itu. Selain itu etanol menghasilkan emisi NxOy lebih banyak dibanding BBM dan BBG. Etanol juga mempercepat keausan karet terbuat dari karet alami (kecuali karet sintetis) di komponen mesin dan membantu terjadinya korosi mesin berbahan Al dengan cara antara lain mengikis oksida Al yang merupakan pelindung Al dari korosi selanjutnya.
Efisiensi fotosintesis tebu adalah di atas singkong sehingga produktivitas dalam ukuran kandungan monosakarida dan disakarida adalah di atas singkong. Sukrosa, fruktosa, dan glukosa dalam tebu mampu diubah ragi menjadi etanol, sedangkan amilum dalam singkong harus dipanaskan dulu lalu didiamkan sampai hangat lalu diberi enzim yang memecah amilum menjadi monosakarida sehingga mampu diubah ragi menjadi etanol. Sehingga akhirnya ongkos produksi etanol dari tebu adalah di bawah singkong. Mengapa Indonesia belum mencontoh Brazil?
contohlah brasil buat biogas sendiri