Pertumbuhan Penerbangan Internasional ke Bali Turun
Metrotvnews.com, Denpasar: Krisis Eropa dan tsunami Jepang membuat pertumbuhan penerbangan internasional terpangkas (melambat). Tahun lalu pertumbuhan penerbangan internasional dan domestik (take off and landing) sebesar 15 persen.
Sampai saat ini pertumbuhan penerbangan internasional hanya 8,3 persen. "Dampak krisis di Eropa dan tsunami di Jepang membuat pertumbuhan melambat," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Purwanto, Sabtu (25/2).
Sejumlah maskapai penerbangan internasional, kata Purwanto, sudah tak lagi terbang ke Bali. Mereka memangkas rute-rute penerbangannya untuk melakukan efisiensi. Maskapai dari Australia, Qantas, menghentikan penerbangan ke Bali. Maskapai asal Jepang pun melakukan evaluasi rutenya ke Bali.
Sebelum krisis dan tsunami di Jepang, pertumbuhan penerbangan domestik dan internasional hampir seimbang di level 15 persen. Setelah itu pertumbuhan melambat. Namun, penerbangan domestik justru mengalami peningkatan. "Pertumbuhan penerbangan domestik 20 persen, jauh lebih tinggi dari internasional," sebutnya.
Dalam sebulan, jumlah take off dan landing pesawat di Bandara Ngurah Rai pada tahun 2011 sebanyak 8.000 pergerakan pesawat. Rata-rata jumlah penumpang dalam sebulan mencapai satu juta orang. "Dalam setahun jumlah penumpang yang kita layani lebih dari 12 juta penumpang," tandas Purwanto. (MI/DOR)


