Urea Langka di Lembata
Metrotvnews.com, Lewoleba: Petani di Waikomo, kelurahan Lewoleba Barat, Nubatukan, Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengeluhkan langkanya pupuk jenis urea yang terjadi sejak dua pekan terakhir.
Kondisi ini membuat petani harus mencari pupuk di luar Kota Lewoleba karena dua distributor pupuk mengaku kahabisan stok pupuk.
Peni Dore (47), petani asal Waikomo mengaku dua distributor pupuk di Kota Lewoleba telah didatangi namun pihak distributor mengaku kehabisan stok pupuk.
Untuk bisa memupuk padinya yang baru ditanami dua pekan, Dore terpaksa mencari pupuk di rumah kerabatnya yang masih menyimpan pupuk jenis urea.
Hal senada dikeluhkan Eli Lipat, petani sawah yang baru menam padinya. "Kami sudah tanya ke distributor tetapi mereka bilang stok ada tetapi hanya untuk kelompok tani, tidak dijual bebas," ujar Lipat, Sabtu (25/2).
Petani khawatir, jika kondisi kelangkaan pupuk ini tidak segera diatasi, padi yang baru ditanami terancam kerdil dan tidak ada hasilnya.(MI/DNI)



Lagipula salah satu bahan baku urea adalah CH4 alias gas alam, sehingga kelangkaan CH4 akan mengurangi produksi urea, NH3 dan turunan NH3 (DAP, Amophos, Amonium nitrat, ZA, dll).
Inilah salah satu akibat sistemik dari RENCANA kenaikan harga BBM. Karena menunggu kepastian besaran harga BBM maka distributor, agen, dan pengecer menunda pendistribusian pupuk sehingga pupuk langka sehingga harga naik sehingga menambah inflasi. Selain itu padi menjadi kekurangan pupuk sehingga produktivitas turun sehingga persediaan beras turun sehingga harga naik sehingga menambah inflasi. Wah, krisis ekonomi memang harus menghajar telak Indonesia!