IAEA Mengirim Tim Pengawas Nuklir ke Iran

Internasional / Minggu, 29 Januari 2012 11:46 WIB

Metrotvnews.com, Teheran: Pengawas dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) memulai kunjungan tiga hari di Iran untuk mecoba memastikan tujuan program nuklir di negara tersebut. Kunjungan itu berlangsung di tengah ketegangan hubungan Iran dan sejumlah negara Barat yang mempersoalkan program nuklir Iran.

Direktur IAEA Yukira Amano mengatakan, Iran membutuhkan keterlibatan lembaga itu. Iran juga harus menjawab sejumlah pertanyaan yang akan diajukan oleh peninjau dari IAEA. Hingga saat ini Iran tetap menyangkal tudingan yang menyebutkan mereka mengembangkan nuklir untuk kebutuhan persenjataan mereka.

Kepala Tim Peninjau IAEA mengatakan, mereka berharap dapat "menyelesaikan semua persoalan dengan Iran" terkait program nuklir negara itu. "Secara khusus kami berharap Iran akan bekerja sama dengan kami terkait keprihatinan kami atas kemungkinan pengunaan program nuklir mereka untuk militer," kata Deputi Direktur IAEA, Herman Nackaerts, sebelum meninggalkan Wina menuju Iran.

Sebelumnya Duta Besar Iran untuk IAEA, Ali Asgar Soltaniyeh mengatakan peninjuan itu bertujuan untuk membantah sejumlah cerita yang dikembangkan musuh mereka dan untuk membuktikan bahwa mereka mengembangkan program nuklir yang damai.

Ketegangan seputar pengembangan program nuklir Iran muncul setelah pada November lalu IAEA menyampaikan laporan yang menyebutkan adanya kemungkinan dimensi militer dalam pengembangan nuklir Iran. Badan itu juga mengatakan mereka mempunyai informasi yang menunjukan Iran tengah menggelar sejumlah uji coba yang "relevan dengan pengembangan peledak nuklir."

Laporan itu berbuntut panjang. Uni Eropa dan Amerika Serikat mulai menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya dengan sejumlah sanksi, seperti larangan pembelian, pengangkutan minyak mentah Iran dan produk minyak bumi serta menghentikan kegiatan keuangan dan asuransi.

Iran membalas dengan mengeluarkan ancaman untuk menutup Selat Hormuz yang menjadi puntu masuk ke kawasan teluk dimana sekitar 20 persen kapal yang melayani perdagangan minyak dunia.

AS membalas ancaman itu dengan mengatakan akan menggunakan kekuatannya jika diperlukan untuk membuka jalur di Selat Hormuz jika ditutup oleh Iran. Ketegangan itu akhirnya meningkatkan prospek konfrontasi dengan Iran. (BBC/DOR)



Bookmark and Share

DETAIL VIDEO [0]

 

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *