Ribuan Ulat Bulu Serang Buleleng

Nasional / Sabtu, 9 April 2011 18:34 WIB

Metrotvnews.com, Buleleng: Ribuan ulat bulu menyerang dua kecamatan di Buleleng, Bali, Sabtu (9/4). Wabah serangga penggerogot tanaman itu bikin warga ketakutan.

Semula serangan ulat bulu menjalar dari Probolinggo, Jawa Timur sampai Jawa Tengah dan Jawa Barat. Menurut warga Buleleng, hama ulat ketahuan muncul sejak pagi. Tiga desa diserang Abasan dan Sema di Kecamatan Sawan. Lainnya, Desa Anturan di Kecamatan Buleleng.

Warga tak menyana hama ulat sampai ke Pulau Dewata. Kini mereka sesigap mungkin membasmi serangan ulat bulu. Dikhawatirkan ulat bertambah terus dan menyatroni semua desa.

Beberapa penduduk mengaku ulat bulu masuk halaman rumah. Warga betul-betul berharap pemerintah setempat cepat mengadakan penyemprotan antihama dan pembasmian. (M.Nasri/*****)



Bookmark and Share

DETAIL VIDEO [0]

 

KOMENTAR [5]

  • Indra, Selasa, 12-April-2011

    Desa Adat setempat hendaknya melakukan yadnya ngaturang guru piduka, mungkin ada sesuatu kurang secara niskala, diperingati melalui kemunculan ulat bulu. Semoga alam kembali seimbang....

  • ndawiinda, Senin, 11-April-2011

    aduuhh . . . .aku jadi takut kalo ulat bulu nyampe d'daerah sukawatii . . .
    karena dari dulu aku paling takut sama ulat,
    cuma liat ajah, tubuh'ku uda langsung panas dingin...
    ya Tuhan, jauhkan umat'mu dari masalah ini

  • babas, Minggu, 10-April-2011

    wah benar2 ngak di nyana ya! kita semua harus sigap. selain menyeimbangkan kembali keseimbangan ekosistem, kita basmi telor2nya, pemerintah harus cepet tanggap!

  • yuni, Minggu, 10-April-2011

    aduch..
    dekat bgt sm rumah ku...
    sebenarnya apa penyebab kumpulan ulat bulu itu muncul begitu banyak???

  • dewa rai anom, Minggu, 10-April-2011

    saya kurang yakin pestisida atau sejenisnya efektif untuk menangani masalah ini. satu-satunya cara paling efektif adalah dengan mengembalikan keseimbangan ekosistem alami di lingkungan setempat. Artinya, datangkan burung pemakan ulat seperti crukcuk (bahasa Bali), lepecit (juga bahasa Bali), dan burung pelatuk dan sejenisnya untuk mengembalikan keseimbangan alam dan sita kemudian benar-benar stop senapan angin untuk keperluan berburu.
    Pendapat ini saya sampaikan karena pada 1978 lampau hal serupa pernah terjadi di Bali, namun masih terbatas pada pohon kedondong. okay

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *