Sikap Masyarakat Makin Apatis Terhadap Parpol
Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan citra partai politik yang semakin memburuk berdampak pada sikap masyarakat menjadi semakin apatis.
"Citra partai politik yang semakin memburuk karena perilaku elite politiknya yang tidak menjalankan amanat rakyat dan malah melakukan praktik korupsi," kata Akbar, Kamis (23/3).
Menurut Akbar, para elite partai politik harus mengubah paradigma bahwa berpartai bukan semata-mata berorientasi pada kekuasaan, melainkan juga mengakomodasi aspirasi rakyat.
Partai politik yang tidak mengakomodasi aspirasi rakyat, tetapi hanya mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompoknya, menurut dia, tidak akan dipilih oleh rakyat. "Hal ini harus menjadi perhatian para elite partai politik karena akan membahayakan masa depan partai," katanya.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan keprihatinannya terhadap perkembangan partai politik saat ini yang lebih mengutamakan transaksional dalam berbagai proses politik, terutama proses rekrutmen calon pimpinan di berbagai tingkatan.
Paradigma seperti ini, kata dia, harus diubah agar partai politik sebagai salah satu wahana rekrutmen sumber daya manunia politik benar-benar menjadi pilar yang penting.
Perubahan paradigma yang utama, menurut Akbar, adalah berpolitik itu bukan berorientasi pada kekuasaan, melainkan bagaimana kekuasaan politik digunakan sebesar-besarnya mensejahterakan rakyat.
"Elite politik yang negarawan harus berorientasi kerakyatan, tidak melakukan transaksional, dan bersih dari praktik korupsi," katanya. (MI/RIZ)



Partai?? Huhhh...tai semua..! Gua dari Dulu golput karena gua ggk mau beli kucing dalam karung! Partai itu tempat sampah,yg kotor makanya harus ditinggalkan!
Dari zaman orde baru hingga sekarang atau akan datang tdk akan ada partai dan kader akan memperdulikan rakyat.Yg ada dibenak parpol dan kadernya hanya memikirkan mengisi kantongnya dg slogan yg menjanjikan.
Apapun hasil Pemilu dan siapapun yang jadi pemimpin hasilnya tetap Gagal jika tidak kembali ke PANCASILA dan Undang2 dasar 1945". Sistem Pemilu langsung denagan suara terbanyak melanggar sila ke4 kerakyatan yang dipimpin hikmah kebijak sanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
sistem Pemilu tidak memberikan ruang sama sekali Pemimpin untuk jujur, malah sebaliknya.
((( Bertentangan : )))
Sistem pemilu bertentangan dengan Pancasila.
Otonomi daerah bertentangan dengan NKRI.
Undang2 Perubahan bertentangan dengan Undang2 dasar 1945".
Otonomi daerah bertentangan dengan Presidensial.
Demokrasi Liberal bertentangan dengan PANCASILA.
Ketrangan lebih jelas bisa dibaca dan di Print di website kami> www.pancasilakppp.org
Ya para politikus, elit politik sampai anggota dewan pemikirannya hanya mencari keuntungan pribadi. Bukannya memikirkan bangsa dan negara serta rakyat Indonesia. Seharusnya budaya malu itu yg perlu ditanamkan dalam diri mereka semua. Jadi bukan hanya 4 pilar kebangsaan saja tetapi budaya dan pola pikir parpol harus dirubah ekstrim. Jika menginginkan negara ini tetap ada.
benar pak akbar tanjung ! tolong didik partai anda, supaya sesuai dengan perkataan anda, maka yakinlah golkar bisa dipercaya kembali dan menjadi partai bersih contoh untuk semua partai ! terima kasih .