Tentara Yaman Tembak Mati Aktivis

Internasional / Jumat, 24 Februari 2012 02:52 WIB

Metrotvnews.com, Aden: Pasukan keamanan Yaman menembak mati seorang aktivis selatan dan mencederai enam orang di Mukalla di wilayah tenggara, Kamis (23/2) selama demonstrasi pro-otonomi, kata beberapa saksi.

Menurut mereka, pasukan turun tangan untuk membubarkan pemrotes yang merayakan aksi mereka mengacaukan pemilihan presiden dengan calon tunggal pada Selasa dan demonstrasi yang mendukung pemilihan itu.

Dalam pawai tersebut demonstran menyerukan "revolusi di wilayah selatan" dan membawa bendera-bendera eks-negara Yaman Selatan, yang berdaulat sebelum bergabung dengan eks-negara Yaman Utara pada 1990.

Mereka juga menyerang sebuah kamp "pemuda revolusi", penyelenggara protes yang menentang rejim Presiden Ali Abdullah Saleh, yang mengundurkan diri dan digantikan oleh wakilnya, Abdrabuh Mansur Hadi, selama dua tahun sesuai dengan perjanjian penengahan Teluk.

Gerakan Selatan memboikot referendum Selasa yang mendukung Hadi sebagai presiden peralihan, dengan alasan pemilihan itu tidak memenuhi aspirasi mereka bagi otonomi atau bahkan kemderdekaan.

Boikot itu mengarah pada serangan terhadap tempat-tempat pemungutan suara di wilayah selatan dalam kekerasan yang menewaskan 10 orang.

Yaman dilanda pergolakan yang menewaskan ratusan orang sejak demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh pada akhir Januari 2011.

Saleh (69), yang memerintah Yaman selama 33 tahun, menandatangani perjanjian penyerahan kekuasaan yang ditengahi oleh negara-negara Teluk di Riyadh pada 23 November, yang menetapkan ia menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya meski ia tetap menjadi presiden kehormatan sampai Februari 2012.

Prakarsa Dewan Kerja Sama Teluk yang bertujuan mengakhiri protes berbulan-bulan itu menetapkan Saleh mengundurkan diri dengan imbalan kekebalan dari tuntutan hukum bagi dirinya dan anggota-anggota keluarganya.

Pada 7 Desember, Wakil Presiden Yaman Abdrabuh Mansur Hadi mengeluarkan sebuah dekrit yang mensahkan pembentukan pemerintah persatuan nasional yang disepakati sesuai dengan perjanjian penengahan Teluk.

Pemerintah baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mohammed Basindawa menjalankan tugas selama tiga bulan, dan setelah itu pemilihan umum dilaksanakan dan Hadi akan secara resmi mengambil alih tugas presiden.

Pemerintah AS dikabarkan mengambil bagian dalam upaya-upaya untuk merundingkan pengunduran diri Saleh dan penyerahan kekuasaan sementara.

Para pejabat AS menganggap posisi Saleh tidak bisa lagi dipertahankan karena protes yang meluas dan ia harus meninggalkan kursi presiden.

Meski demikian, Washington memperingatkan bahwa jatuhnya Saleh selaku sekutu utama AS dalam perang melawan Al-Qaida akan menimbulkan "ancaman nyata" bagi AS.

Yaman adalah negara leluhur almarhum pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden dan hingga kini masih menghadapi kekerasan separatis di wilayah utara dan selatan.

Yaman Utara dan Yaman Selatan secara resmi bersatu membentuk Republik Yaman pada 1990 namun banyak pihak di wilayah selatan, yang menjadi tempat sebagian besar minyak Yaman, mengatakan bahwa orang utara menggunakan penyatuan itu untuk menguasai sumber-sumber alam dan mendiskriminasi mereka.(Ant/RIZ)


 



Bookmark and Share

DETAIL VIDEO [0]

 

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *