Dua Napi LP Kerobokan Dibebaskan Diam-Diam

Polhukam / Jumat, 24 Februari 2012 04:41 WIB

Metrotvnews.com, Denpasar: Dua narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II-A Kerobokan, Denpasar, dibebaskan secara diam-diam agar tidak menimbulkan gejolak yang makin menjadikan situasi LP itu tidak kondusif.

"Keduanya memang hari ini harus bebas. Cuma, bagaimana caranya agar tidak menimbulkan gejolak," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sihabudin di Lapas Kerobokan, Bali, Kamis (23/2) kemarin.

Sebelumnya, Gusti Ayu Tantri, 59, mendatangi Lapas Kerobokan sekitar pukul 11.30 Wita bermaksud untuk menjemput anaknya, Gusti Agung Cahya Adiputra, yang seharusnya bebas.

Perempuan itu bersama anggota keluarga lainnya sempat kecewa karena anaknya yang dipidana dalam kasus narkoba tersebut belum juga keluar dari LP Kerobokan. "Saya datang kemari karena seharusnya hari ini anak saya bebas. Tapi, kalau situasi seperti ini saya tidak tahu karena tidak ada pemberitahuan apa pun dari pihak Lapas," kata Ayu Tantri saat ditemui di depan kantor LP Kerobokan yang terbakar akibat kerusuhan sejak Selasa (21/2) malam lalu.

Berdasarkan pemantauan di lokasi, seorang pegawai bagian administrasi LP Kerobokan terlihat membawa dua lembar Surat Tanda Bebas. Sayangnya, surat itu buru-buru dimasukkan ke kantong celana perempuan berseragam stelan biru muda-biru tua itu saat diintip beberapa wartawan.

Pembebasan kedua narapidana itu pun terkesan dirahasiakan. "Pokoknya hari ini kedua narapidana itu bebas," kata Sihabudin menambahkan.     

Terkait rencana pemindahan LP Kerobokan pascakerusuhan, dia mengaku masih dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. "Pemerintah daerah masih mencarikan tanah aset negara yang bisa digunakan untuk membangun Lapas. Kami sudah koordinasi dengan Gubernur (Bali) dan Bupati (Badung)," katanya.

Mengenai adanya keinginan dari Wakil Bupati Badung I Ketut Sudikerta bahwa relokasi LP Kerobokan tidak di wilayahnya, Sihabudin hanya berkomentar singkat,"Tak ada gunanya penegakan hukum tanpa adanya penjara."

LP Kerobokan dihuni 1.015 orang atau jauh melebihi daya tampung yang hanya 300 orang. Dari jumlah itu, 60 orang di antaranya pria dan wanita berasal dari 17 negara berbeda.

Kerusuhan yang terjadi sejak Selasa (21/2) malam dan berlanjut hingga Kamis pagi merupakan bentuk akumulasi kekecewaan para penghuni terhadap penanggung jawab LP Kerobokan yang dinilai diskriminatif. (MI/RIZ)



Bookmark and Share

DETAIL VIDEO [0]

 

KOMENTAR [1]

  • udin, Jumat, 24-Februari-2012

    pak sihabuddin. selain penjara kita juga harus apresiasi dgn fpi. percuma penegakan hukum, percuma penjara klo maksiat masih meraja lela. andai polisi punya gigi tuh bandar judi, bandar miras, bandar narkoba, bandar psk, dll yg dijebloskn kepenjara. klo pemakainy aja percuma. tp biasa lh para bandar kn sumber penerimaan bukan gaji oleh pejabat. iya toh pak polisi.

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *